Kamis, 16 April 2026

Angkat Besi

Menpora Minta Eko Yuli Selalu Bayangkan Olimpiade Tokyo

Angkat besi jadi salah satu tumpuan Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Lifter Eko Yuli jadi harapan Indonesia.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Merdisikandar
Tribunnews
Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, saat berlaga di nomor 62 kilogram Asian Games 2018, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018). Eko menjadi yang terbaik setelah angkatannya tak bisa disamai oleh para pesaingnya sekaligus menambah perolehan medali emas untuk kontingen Merah Putih. 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memantau pemusatan latihan cabang olahraga (cabor) angkat besi secara virtual, Rabu (22/7/2020).

Dalam kesempatan itu Menpora meminta kepada seluruh atlet yang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk selalu disiplin saat berlatih.

Angkat besi menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020, yang akan digelar pada tahun depan.

Lifter Eko Yuli menjadi harapan Indonesia untuk meneruskan tradisi meraih medali Olimpiade.

Menpora berpesan kepada Eko untuk menjalani latihan secara disiplin di tengah pandemi Covid-19.

Politisi Partai Golongan Karya, Zainudin Amali, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019), sebelum dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Politisi Partai Golongan Karya, Zainudin Amali, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019), sebelum dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. (Tribunnews)

“Ada tiga cabor yang melakukan pelatnas dan sedang kami pantau, yaitu bulu tangkis, angkat besi, dan menembak. Kali ini PB PABSI (Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia), karena angkat besi salah satu yang ditargetkan mendapatkan medali emas, salah satunya diharapkan dari Eko Yuli Irawan. Tadi saya sudah ngobrol, perkembangannya bagus,” kata Zainudin.

“Karena kondisi sekarang, yang disiplin tidak hanya Eko, tetapi keluarga juga harus disiplin. Bayangkan terus Olimpiade Tokyo yang akan datang. Kalau tidak disiplin, impian akan hilang,” tambah Zainudin.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB PABSI, Djoko Pramono, memaparkan program yang diberi nama Progres Tes Prestasi, yaitu semacam perlombaan internal yang dirancang sesuai dengan pertandingan standar Internasional Weightlifting Federation (IWF).

“Untuk mengetahui perkembangan atlet diadakan Progres Tes tiap bulan, semacam pertandingan internal yang semuanya sesuai IWF,” kata Djoko.

“Apa yang digariskan Kemenpora tentang protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat, seperti hari ini di dalam gedung secara keseluruhan tidak boleh lebih dari 30 orang,” tambah Djoko.

Atlet angkat besi Indonesia yang sudah dipastikan lolos ke Olimpiade mendatang adalah Eko di kelas 61 kg, Windy Cantika Aisyah di kelas 49 kg, dan Nurul Akmal di kelas 87 kg.

Adapun yang masih ikut kualifikasi adalah Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) dan Triyatno (73 kg).

Sementara hasil Progres Tes Prestasi yang baru saja digelar, The Best Lifter Putri diraih Windy dengan nilai 287,17, peringkat kedua Nurul Akmal (262,28). Untuk putra, peringkat pertama Eko (429,19), kemudian diikuti Rahmat (410,76).

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved