Breaking News:

Dinilai Lamban Tuntaskan Kasus Lurah Benda Baru, Ombudsman Kritisi Kinerja BKPP Kota Tangsel

Dedy pun menilai lambannya penanganan kasus tersebut dapat menimbulkan asumsi-asumsi publik akan kinerja BKPP Tangsel.

sekolah kita
Lurah Benda Baru menjadi calo di SMAN 3 Tangsel pada PPDB 2020 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kota Tangerang Selatan (BKPP Kota Tangsel) belum memutuskan sanksi kepada Lurah Benda Baru, Saidun.

Di mana Saidun diduga melakukan aksi perusakan fasilitas di SMAN 3 Tangsel pada Jumat, 10 Juli 2020 lalu.

Bahkan BKPP seakan membiarkan Saidun untuk tetap mengemban jabatan sebagai pemimpin di wilayah Kelurahan Benda Baru.

Kendati publik menilai sikap arogansi Saidun harus diganjar dengan sanksi yang setimpal berupa pencopotan ataupun penonaktifan jabatannya.

Lambannya BKPP menyelesaikan kasus yang menyeret Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kota Tangsel itu, turut dikritisi pihak Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten.

 Viral Kue Klepon Disebut tidak Islami, Begini Awal Isu ini Munculnya di Medsos dan Cek Faktanya

 IPW Sebut Pembentukan Tim Pemburu Koruptor Tak Berguna, ini Pesan untuk Mahfud MD

 Bermodal Kaus Hijau, Petani ini Ngaku Tentara Berpangkat Kolonel, Tipu IRT 250 Juta

"Sebenarnya harus cepat. Kalau ini gerakan mereka (BKPP-red) biasa-biasa saja, harusnya mereka lebih cepat memproses itu, ya kita minta lebih serius untuk menangani persoalan ini," kata Ketua Ombudsman RI Provinsi Banten, Dedy Isran saat dikonfirmasi, Tangsel, Jumat (24/7/2020).

"Karena itu dugaan pengerusakan dan menurut informasi titipan siswa sampai enam (calon siswa-red)," tambahnya.

Dedy mendesak pihak BKPP Kota Tangsel semestinya bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut.

Terlebih, pihaknya mendapati bukti mengamuknya Saidun ditenggarai akan tidak diterimanya calon siswa yang dititipkan Lurah Benda Baru itu.

Dedy pun menilai lambannya penanganan kasus tersebut dapat menimbulkan asumsi-asumsi publik akan kinerja BKPP Tangsel.

 Petugas PPSU Tewas karena Tabrak Lari, Anies: Hai Kau Pengecut! Datangi Kami, Laporkan Diri

 Ketika Ibu Editor Metro Tv Sesalkan, Muncul Isu Sang Anak Tewas karena Bunuh Diri

 Kemendagri Jelaskan Ucapan Tito Karnavian Terkait Teori Jenazah Covid-19 Seharusnya Dibakar

"Soal titipan itu memang tidak dibenarkan apalagi sampai enam, ini kan perlu pendalaman juga karena apa peran lurahnya kok bisa sampai nitip yang menurut informasi sampai enam," jelas Dedy.

"Pokoknya Pemkot Tangsel harus tegas dan segera mengambil tindakan sehingga tidak menjadi bola liar terus. Dan polisi juga kita minta untuk tetap memproses dugaan tindak pidana perusakan serta pemaksaan dengan ancaman," tandasnya. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved