Rabu, 3 Juni 2026

Diajak Mohammad Idris Duet Lagi Bertarung di Pilkada Depok, Ini Jawaban Lugas Pradi

"Persoalannya sekarang bukan tidak mungkin tapi ranahnya sudah ada di pusat. Kalau besok pagi diumumkan Pradi (dipasangkan) dengan siapa ya kita sudah

Tayang:
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris (kanan) dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna (kiri) terlihat akur saat menghadiri sidang Paripurna terkait laporan pertanggung jawaban penggunaan APBD Kota Depok di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Kota Depok, Kamis (23/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Beberapa kali melakukan safari politik ke beberapa petinggi partai politik (parpol), namun di hati kecilnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengaku sebenarnya dia tak ingin berpisah dengan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

Ungkapan tersebut disampaikan Idris seusai mengikuti Rapat Paripurna yang membahas mengenai laporan pertanggung jawaban penggunaan APBD Kota Depok di Gedung DPRD Kota Depok bersama Pradi.

“Ya kalau kita sih kalau sudah punya keluarga penginnya sama keluarga terus tapi ngga tahu, coba tanya Pak Pradi,” papar Idris sembari melirik ke arah Pradi yang berada tepat disampingnya di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Depok, Kamis (23/7/2020).

Menanggapi keinginan Wali Kota Depok Mohammad Idris yang ingin terus bersama maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Depok di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020, Pradi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Depok mengatakan, dirinya tak bisa serta merta mengambil langkah terkait ajakan Idris untuk berduet kembali dengannya.

Sebab, Pradi mengatakan hal tersebut adalah kebijakan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Pradi pun tak ingin menjawab bahwa duetnya dengan Idris di Pilkada yang direncanakan berlangsung pada 9 Desember 2020 adalah hal yang tidak mungkin.

"Persoalannya sekarang bukan tidak mungkin tapi ranahnya sudah ada di pusat. Kalau besok pagi diumumkan Pradi (dipasangkan) dengan siapa ya kita sudah ngga bisa mengelak lagi," papar Pradi seusai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Depok, Kamis (23/7/2020).

Pria kelahiran Depok, 9 Oktober 1970 ini juga menegaskan tak ingin berumpama apapun perihal pasangan dirinya untuk diikutsertakan di Pilkada Depok.

Menurutnya, apa yang dilakukan DPC Gerindra Kota Depok harus diinformasikan ke tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Jawa Barat dan juga ke DPP Gerindra.

"Karena setiap waktu yang kami lakukan di partai itu ya progres dari yang diarahkan oleh pimpinan kami di pusat," tandasnya.

Selain itu kuga, Pradi mengaku segala hal yang dilakukannya harus mempertimbangkan dari segala aspek.

Hal ini lantaran sejak Januari lalu kedua partai yakni Gerindra dan PDI Perjuangan Kota Depok telah sepakat berkoalisi demi meraih kemenangan di Pilkada yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020.

Oleh karenanya, kemungkinan besar Idris -Pradi tak lagi bersatu dalam merebutkan tahta di ranah eksekutif Kota Depok seperti pada Pilkada 2015 di mana Idris diusung melalui PKS sementara Pradi diusung Gerindra.

Namun begitu, kalaupun harus berpisah, kata Mohammad Idris lagi, hal itu menjadi pilihan paling terakhir yang akan dilakukan setelah semua cara telah diusahakan agar terus bersama Pradi.

“Perceraian itu adalah jalan paling akhir yang akan ditempuh. Di Islam aturannya seperti itu, jadi, saya mengikuti aturan Islam bahwa perceraian adalah jalan paling akhir bila semua usaha telah diupayakan,” tutur Idris.

Saat paripurna kali ini, keduanya memperlihatkan kekompakan mulai dari memasuki ruang paripurna berjalan berdua berdampingan.

Saling berbincang saat rapat paripurna berlangsung yang sesekali melepar tawa diantara keduanya di atas panggung pimpinan di Ruang Parpurna DPRD Kota Depok.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved