Breaking News:

Idul Adha

Boleh Jualan, Walikota Jaksel Minta Pedagang Hewan Kurban Wajib Mengisi CLM

Boleh Jualan, Walikota Jaksel Marullah Matali Minta Pedagang Hewan Kurban Wajib Mengisi CLM. Tujuannya untuk mendeteksi virus corona

istimewa
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menyambangi lokasi penjualan hewan kurban di Jalan Lebak Bulus I, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak pada Kamis (23/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menyambangi lokasi penjualan hewan kurban di Jalan Lebak Bulus I, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak pada Kamis (23/7/2020).

Kepada pedagang dan pemasok hewan kurban, Marullah meminta mereka wajib mengisi aplikasi Corona Likelihood Metric atau CLM.

“Dengan aplikasi CLM bisa diketahui kemungkinan seseorang terjangkit virus corona penyebab Covid-19,” kata Marullah, Kamis (23/7/20202).

Dalam kunjungannya ke Lebak Bulus, Marullah didampingi Kepala Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Hasundungan dan Camat Cilandak Mundari.

Marullah mengatakan, peninjauan ini untuk memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban yang aman, sehat, dan halal untuk disembelih serta dikonsumsi ketika perayaan hari raya Idul Adha nanti.

Polisi Akui Kesulitan Ungkap Misteri Tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo

Bukan Bunuh Diri, Ibu Korban Tertabrak Kereta Api Ungkap Anaknya Tengah Berjemur

"Saya hari ini ingin memastikan tempat-tempat berdagang hewan kurban sesuai dengan arahan instruksi gubernur Nomor 43 Tahun 2020,” kata dia.

Selain itu, Marullah mau memastikan bahwa pedagang dan pemasok hewan kurban mentaati prosedur kesehatan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Baru sampai saja saya sudah tanyakan tentang CLM terhadap pedagang di sini. Tadi sudah disampaikan CLMnya sudah, di antaranya pegawainya juga sudah," ujarnya.

Kasudin KPKP Hasudungan memeriksa hewan kurban di Jalan Lebak Bulus I, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak pada Kamis (23/7/2020).
Kasudin KPKP Hasudungan memeriksa hewan kurban di Jalan Lebak Bulus I, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak pada Kamis (23/7/2020). (istimewa)

Marullah menegaskan, kedatangannya juga sekaligus memeriksa hewan yang harus memenuhi syarat dan ketentuan yakni Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

“Saat ini kita melihat aman dan sehat, sudah diperiksa, mulai dari tempat asalnya hewan ini ada keterangan dari dokter hewan setempat. Kemudian diverifikasi oleh Sudin KPKP, dan sudah mendapatkan verifikasi yang baik. Artinya hewannya aman," ujarnya.

Pengendara Baleno Diamankan Polisi karena Pakai Seragam dan Bawa Pistol, Ternyata TNI Gadungan

Mengenai protokol kesehatan di lokasi penjualan hewan, tambah Marullah, dirinya menekankan kepada seluruh penjual hewan kurban agar selalu menerapkan 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Protokol kesehatan 3 M diterapkan, protap tambahannya yaitu CLM, tempat penjualannya yang bukan zona merah, mudah-mudahan terhindar dari covid-19, kemudian menempati tempat yang benar, bukan di badan jalan maupun trotoar," ucapnya.

Kasudin KPKP Jakarta Selatan Hasudungan Sidabalok mengatakan, pihaknya telah mengecek kesehatan 5.469 ekor hewan kurban dari 73 lokasi penjualan.

“Selama pengecekan ada dua ekor kambing yang tidak layak jual. Dan 17 ekor kambing belum cukup umur, dan langsung kami beri tanda warna merah,” ujarnya.

"Untuk ciri hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari giginya. Jika giginya rata dan matanya jernih itu bagus dan layak jadi hewan kurban," tambahnya.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved