Jumat, 1 Mei 2026

Berita Internasional

Australia Resesi, Anggaran Negara Alami Defisit Terparah Sepanjang Sejarah

Defisit besar itu berasal terutama sekali dari pengeluaran besar-besaran untuk menopang supaya kondisi ekonomi tidak mengalami depresi

Tayang:
Penulis: |
afp/aljazeera.com
Kawasan bisnis utama Sydney, Australia. Akibat pandemi corona, Australia alami resesi 

Wartakotalive, Jakarta - Ekonomi Australia mengalami resesi yang parah, dan anggaran negara mengalami defisit terbesar sepanjang sejarah negeri itu, akibat pandemi virus corona.

Pemerintah sudah menggelontorkan dana miliaran dolar untuk mengatasi pandemi itu, yang tak hanya menghantam Australia.

Penerapan kembali kebijakan pembatasan sosial selama enam minggu di Kota Melbourne, yang merupakan kota bisnis terbesar di Australia, makin menambah berat kondisi negeri tersebut saat berupaya bangkit dari keterpurukan.

Para pejabat, yang dikutip aljazeera.com, Kamis, 23 Juli 2020, mengungkapkan produk domestik bruto (PDB) Australia mengalami kontraksi 7 persen dari April hingga Juni lalu.

Dengan demikian, secara teknis Australia sudah mengalami resesi ekonomi.

Resesi berarti terjadi kontraksi PDB selama dua kuartal berturut-turut, dan PDB mengalami penurunan 0,3 persen dari periode tiga bulan sebelumnya.

Menteri Keuangan Josh Frydenberg juga memaparkan defisit anggaran juga akan membengkak mencapai 185 miliar dolar Aus sampai dengan Juni 2021, melampaui periode sebelumnya yang mencapai 86 miliar dolar Aus.

"Angka kasar itu mencerminkan kenyataan pahit yang kita hadapi," kata Frydenberg. "Tinjauan ekonomi ke depan pun masih tak menentu".

Defisit besar yang akan dihadapi itu berasal terutama sekali dari pengeluaran besar-besaran untuk menopang supaya kondisi ekonomi tidak mengalami depresi akut.

Pemerintah sudah menggelontorkan sebanyak 289 miliar dolar Aus untuk stimulus ekonomi selama pandemi corona, yang antara lain digunakan untuk mendukung ekonomi para pekerja, kalangan bisnis, dan pensiunan.

Angka pengangguran sekarang ini sebesar 7,4 persen, yang tertinggi sepanjang dua dekade terakhir, akan mencapai puncak tertinggi 9,3 persen pada Desember mendatang.

Namun, pemerintah memprediksi bahwa pemulihan ekonomi akan terjadi pada kuartal ketiga tahun ini, sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial selama pandemi.

Australia mencatat lebih dari 13.000 kasus covid-19, dengan jumlah kematian akibat penyakit itu sebanyak 133 orang.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved