Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Lurah Wijaya Kusuma Sebut Acara Takziah Atau Layat Terjadi Sebelum Ada Konfimasi Covid

Menurut Novi, takziah di masa Pandemi Covid-19 memang diperbolehkan asalkan memenuhi sejumlah syarat.

Warta Kota/Desy Selviany
RW 05 Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat diisolasi karena terdapat klaster Covid-19, Rabu (22/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GROGOL PETAMBURAN - Lurah Wijaya Kusuma Novi Indria Sari membenarkan bahwa salah satu tracing yang mereka ambil untuk swab masal ialah dari warga yang ikut bertakziah ke rumah keluarga kasus pertama Covid-19.

Namun, saat itu pihaknya belum mendapatkan kasus konfirmasi positif Covid-19 di RW05, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan.

Menurut Novi, takziah di masa Pandemi Covid-19 memang diperbolehkan asalkan memenuhi sejumlah syarat.

Pertama takziah hanya boleh diikuti maksimal 20 orang dengan selalu memakai masker dan menjaga jarak.

"Takziah juga hanya boleh diadakan di rumah jenazah yang meninggal non Protap Covid-19," ujar Novi ditemui di Posko RW 05, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (22/7/2020).

Beberapa pekan lalu kata Novi, warganya mengadakan takziah di rumah jenazah non Protap Covid-19.

Sampai akhirnya, pihak Kelurahan Wijaya Kusuma Selasa (14/7/2020) mendapatkan informasi bahwa satu warga di Wijaya Kusuma positif Covid-19.

Kasus pertama di RW05 itupun ditelusuri. Hasilnya pihak kelurahan mendapati bahwa keluarga tersebut sempat mengadakan takziah di rumahnya.

"Jadi memang takziah di rumah itu diadakan sebelum anggota keluarga terdeteksi dan terkonfirmasi Covid-19," beber Novi.

Berangkat dari temuan tersebut, pihak Puskesmas Grogol Petamburan memutuskan mentracing dua RT di RW05 yang berkontak erat dengan kasus konfirmasi pertama. RT01 dan RT02 menjadi dua wilayah yang wajib ikut tes swab.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved