Breaking News:

Pilkada 2020

Pengamat Nilai Pilwalkot 2020 Kota Tangsel sebagai Pertarungan Dinasti Politik Naga Besar

Adi menilai pemilihan kepala daerah pada tahun ini merupakan pertarungan dinasti politik dari masing-masing kekuatan politik yang ada.

Tribunnews
Pengamat politik Adi Prayitno 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengerucutkan tiga kandidat pasangan bakal calon (balon) yang bakal bertarung memeperebutkan kursi nomor satu di Kota Tangsel.

Ketiga kandidt itu ialah, Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan yang didukung Partai Golkar, PPP. Muhamad - Rahayu Saraswati yang mendapat dukungan dari Partai Gerindra, dan Siti Nur Azizah - Ruhamaben yang didukung Partai Demokrat dan PKS.

Melihat para kandidat yang telah diusung masing-masing partai peserta Pilkada 2020 Kota Tangsel, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai momentum pertarungan pemilihan kepala daerah pada tahun ini merupakan pertarungan dinasti politik dari masing-masing kekuatan politik yang ada.

Mobil Dinasnya Muncul di Lokasi Deklarasi, ini Jawaban Sekda Kota Tangsel 

"Tangsel ini potensial diikuti tiga calon, Ben-Pilar, Muhammad-Saras, Azizah - Ruhamaben. Baguslah ini kompetitif persaingannya, karena mereprementasikan berbagai kekuatan politik," kata Adi kepada Wartakotalive.com saat dikonfirmasi, Tangsel, Rabu (22/7/2020).

"Ben itu mereprementasikan dinasti politik Banten. Muhammad mereprementasikan politik Gerindra, suka tidak suka karena dia (Rahayu-red) keponakannya. Dan Azizah mereprementasikan aura politiknya Ma'ruf Amin," sambungnya.

Bahkan, Adi menilai pada Pilkada 2020 Kota Tangsel bak pertarungan para naga besar untuk dapat memperebutkan suara pemilih.

Rahayu Saraswati Diusung Partai Gerindra Karena Dinasti Politik, Berikut Pembelaan Muhamad

Menurutnya pertarungan antar dinasti itu justru semakin membuktikan bahwa pokitik dinasti tumbuh subur di wilayah Banten dan Tangsel.

"Banten ini pertarungan para dinasti, biarkan saja para dinasti itu saling bersaing dan saling menjatuhkan, karena kenyataannya politik dinasti tumbuh subur Tangsel dan di Banten secara umum. Dulu banyak yang protes, dulu banyak yang kritik, tapi kenyataannya masyarakat lebih menerima politik dinasti," tandasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved