Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Baru 15 Persen Pedagang Diperiksa, Pengelola Pasar Pramuka Jadwalkan Tes Usap dan Rapid Lanjutan

Kepala Pasar Pramuka, Saniyem menjelaskan hingga kini belum ada tes usap dan rapid test lanjutan bagi pedagang di sentra pasar obat itu.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Suasana Pasar Pramuka tampak sepi pengunjung, Rabu (15/7/2020). Untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, pedagang Pasar Pramuka menjalani rapid test. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Pasar Pramuka Saniyem menjelaskan hingga kini, belum ada kegiatan tes usap (swab test) dan rapid lanjutan yang diperuntukkan bagi pedagang di sentra pasar obat tersebut.

"Belun ada rapid dan swab tes lanjutan," kata Saniyem saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2020).

Tes usap dan rapid terakhir digelar pada Rabu (15/7/2020) lalu, setelah Pasar Pramuka ditutup pasca ditemukannya 1 orang pedagang yang positif Covid-19, hingga menyebabkan operasional pasar ditutup selama 3 hari.

Pengelola Pasar Pramuka Jadwalkan Lagi Rapid Test dan Swab Test

Pada tes usap dan rapid yang diikuti sebanyak 150 orang pedagang tersebut, ditemukan sebanyak 6 orang pedagang yang positif Covid-19.

Kepala Pasar Pramuka, Saniyem saat ditemui di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2020).
Kepala Pasar Pramuka, Saniyem saat ditemui di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2020). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Saniyem menjelaskan akan mengadakan pertemuan dengan paguyuban pedagang Pasar Pramuka guna membicarakan tes usap dan rapid lanjutan.

"Kami sedang penjadwalan rapid dan swab test, setelah nanti kami musyawarahkan dengan paguyuban serta wilayah," ujar Saniyem.

Pasalnya, jumlah total pedagang dan pegawai di Pasar Pramuka berkisar 1.000 orang. Sementara yang mengikuti tes usap dan rapid baru sebanyak 159 orang atau 15 persennya saja.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved