Pilkada Solo

Tepis Isu Dinasti Politik, PDIP: Yang Putuskan Siapa Wali Kota Solo Rakyat, Bukan Jokowi dan Partai

PDIP mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso dalam pemilihan wali Kota Solo pada Pilkada 9 Desember 2020.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Apfia Tioconny Billy
Gibran Rakabuming Raka di Kaesang Gallery, kawasan Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (7/12/2019). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - PDIP mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso dalam pemilihan wali Kota Solo pada Pilkada 9 Desember 2020.

Diusungnya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menuai perhatian dan banyak dinilai ada upaya membangun dinasti politik.

Lantas, apakah benar itu pertimbangan PDIP dalam mengusung Gibran?

PKS Takkan Biarkan Gibran-Teguh Menang Mudah di Solo, Pertimbangkan Usung Achmad Purnomo

"Pasti tidak! Karena kalau partai seperti PDIP mengusung calon di pilkada, tentu pertimbangannya adalah untuk memperoleh dukungan dan memenangkan pilkada."

"Dan bagi PDIP memenangkan pilkada yang paling ideal adalah dengan kader partai yang mumpuni," ujar politikus PDIP Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Dengan begitu, Andreas mengatakan kepemimpinan di daerah tersebut dapat bermanfaat untuk rakyat.

Pengamat Nilai Melawan Gibran Sia-sia, Sebut Pilwakot Solo 2020 Sudah Selesai

Tak hanya itu, pada akhirnya kader yang sukses memimpin daerah akan mengharumkan nama partai, meningkatkan elektoral partai, dan terjadi proses kaderisasi untuk kelanjutan kepemimpinan partai, baik di daerah maupun nasional.

Oleh karena itu, dia menegaskan argumentasi Jokowi membangun dinasti politik dianggapnya tidak relevan dalam hal ini.

"Argumentasi membangun dinasti politik dalam alam demokrasi yang terbuka sebagaimana yang berlangsung di Indonesia saat ini, menjadi tidak relevan," kata dia.

Jika Gibran Lawan Kotak Kosong, Pilkada Solo Disarankan Tak Usah Digelar, Duitnya Dibagi ke Rakyat

Andreas beralasan, dalam sistem pemilihan langsung, yang memutuskan seseorang terpilih atau tidak adalah rakyat.

Menurutnya, dinasti hanya berlaku pada sistem monarki atau sistem totaliter sebagaimana yang dipraktikkan oleh Korea Utara saat ini.

"Yang memutuskan siapa Walkot Solo dalam pilkada Solo nanti adalah rakyat Solo, bukan Jokowi, bukan pula partai."

19 Juli 2020, Angka Kematian Harian Akibat Covid-19 di Indonesia Pecahkan Rekor Tertinggi

"Juga bukan tipe seorang Jokowi untuk menjagokan anaknya atau keluarganya untuk jabatan tertentu, baik di bidang politik maupun bisnis."

"Hal-hal KKN semacam ini belum terdengar pada diri Jokowi."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved