Garuda INAF

Pelatih INAF Sebut Tak Mudah Tetapkan Pola Latihan untuk Pemain

Muhammad Syafei, Pelatih Garuda INAF berusia 52 tahun asal Bogor mengatakan tak mudah untuk menentukan latihan fisik bagi pemainnya.

Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Muhammad Syafei, pelatih Tim Indonesia Amputee Football (Inaf). Melatih tim sepak bola amputasi membuatnya belajar soal olahraga bagi penyandang disabilitas amputasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Muhammad Syafei, Pelatih Garuda INAF berusia 52 tahun asal Bogor mengatakan tak mudah untuk menentukan latihan fisik bagi pemainnya.

Ia berusaha untuk membuat skema yang memungkinkan dilakukan pemain tapi tidak mencederai tubuh pemainnya.

Untuk itu, pola latihan pun dirangkai sedemikian rupa mulai dari pemanasan selama 15 menit, game selama 2x15 menit, serta istirahat selama lima menit di setiap sesi latihannya.

Timnas Garuda INAF Minim Infrastruktur dan Fisioterapis

"Latihan mereka sulit karena berbeda dengan manusia normal lainnya. Saya pun memahami itu. Mereka menggunakan tongkat untuk ayunan pertama. Jadi kekuatannya ada di tangan juga," ucapnya kepada Warta Kota, pekan lalu.

Garuda INAF berlatih sejak pukul 08:00 WIB hingga 12:00 WIB setiap hari Sabtu di lapangan Pusrehab Kementerian Pertahanan, Bintaro, Jakarta Selatan. Selama empat jam itu pula, Syafei harus bisa memilih skema yang pas untuk timnya.

Luas lapangan pertandingan sepak bola amputasi adalah 60x40 meter, dengan sistem bermain tujuh lawan tujuh.

Dari Tak Tau Bola, Warnadi Jadi Pesepak Bola Garuda INAF

Dasar itu pula yang membuat Syafei selalu belajar meramu strategi yang baik untuk timnya agar pemainnya tidak kelelahan.

"Saya sebagai pelatih harus jeli melihat kesanggupan mereka. Dari sorot matanya atau wajah mereka pun saya tahu," tutupnya.

Ada pun Garuda INAF dibentuk tiga Maret 2018 lalu sebagai wadah pesepak bola

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved