Breaking News:

Komunitas

‎Onthel Die Oud Batavia Dukung Kampanye Tertib Lalu Lintas dan Protokol Kesehatan Saat Bersepeda

Komunitas ODOB yang dibentuk 29 Mei 2009 ini adalah kumpulan para penggemar sepeda jadul, sekaligus pemerhati bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua.

Dokumentasi ODOB
Komunitas Onthel Die Oud Batavia (ODOB) yang dibentuk 29 Mei 2009 ini adalah kumpulan para penggemar sepeda jadul sekaligus pemerhati bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Batavia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebagai salah satu komunitas penggemar sepeda, ‎Onthel Die Oud Batavia (ODOB), turut mendukung kampanye bersepeda dengan mematuhi aturan berlalu lintas.

ODOB juga memberikan dukungan supaya para pesepeda tetap melakukan aksi simpatik dan mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Menurut Andre Pranaza Hikmawan Damanik, pendiri ODOB‎, dukungan ini sejalan dengan adanya peraturan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Komunitas Onthel Die Oud Batavia (ODOB) yang dibentuk 29 Mei 2009 ini adalah kumpulan para penggemar sepeda jadul sekaligus pemerhati bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Batavia.
Komunitas Onthel Die Oud Batavia (ODOB) yang dibentuk 29 Mei 2009 ini adalah kumpulan para penggemar sepeda jadul sekaligus pemerhati bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Batavia. (Dokumentasi ODOB)

"ODOB mendukung kampanye yang mewajibkan pesepeda menggunakan masker, hand sanitizer dan memberi jarak ruang antara personil dalam kegiatan," kata Andre Pranaza Hikmawan Damanik.

Hal tersebut dilakukan sebagai wujud positif para pesepeda peduli untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

Komunitas ODOB yang dibentuk 29 Mei 2009 ini adalah kumpulan para penggemar sepeda jadul, sekaligus pemerhati bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Batavia.

Damri Sediakan Bus Gratis dari Botani Square Bogor ke Jakarta, Boleh Bawa Sepeda, ini Jadwalnya

[BERITA VIDEO] Bersepeda ke PP Cimanggis Depok, Ini Aturan Ambil Bibit Pohon Gratisnya

Terkait maraknya masyarakat getol bersepeda belakangan ini, Andre Pranaza Hikmawan Damanik menyatakan, fenomena tersebut menandakan sebagai salah satu cara pemenuhan kebutuhan sosialita.

"Saat ini pemerintah 'menutup kran' untuk berkumpul, seperti reuni, pertemuan, perkumpulan. Maka manifestasinya disalurkan dengan bersepeda," katanya.

Dengan sepeda, lanjut dia, bisa saja mengaburkan kepentingan berkumpul tersebut.

Komunitas Onthel Die Oud Batavia (ODOB) yang dibentuk 29 Mei 2009 ini adalah kumpulan para penggemar sepeda jadul sekaligus pemerhati bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Batavia.
Komunitas Onthel Die Oud Batavia (ODOB) yang dibentuk 29 Mei 2009 ini adalah kumpulan para penggemar sepeda jadul sekaligus pemerhati bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Batavia. (Dokumentasi ODOB)

‎Meski memakai masker ‎saat bersepeda, para pesepeda Komunitas ODOB yang menggunakan sepeda onthel itu tidak bisa ngebut di jalanan.

"Gowes sepeda itu standar pergerakan kecepatan hanya 10 sampai 15 km per jam. Kami tidak akan memaksakan bernafas," kata Andre Pranaza Hikmawan Damanik.

Posisi bersepeda saat duduk di sadel (jok) sepeda onthel juga tegak dan tidak menunduk sehingga memudahkan sirkulasi bernafas.

Menperin Jajal Sepeda Buatan Bogor, Sebut Lebih Baik dari Brompton

Kisah Mantan Staf Khusus Menteri Jonan Meninggal Dunia Saat Bersepeda, Ini Penyebabnya Versi Polisi

Para pesepeda ODOB juga memilih bahan masker sesuai anjuran, yakni berbahan katun tipis berserat, dan tidak menyerap keringat, bukan polyester berbahan plastik.

Tidak kalah penting, saat akan gowes bareng harus saling mengingatkan kondisi fisik sesama teman, bahwa semuanya sehat jasmani dan rohani.

‎"Aturan mainnya jelas, yang tidak sehat tidak memaksakan ikut. Kami saling mengingatkan keutamaan sehat dalam bersepeda," kata Andre Pranaza Hikmawan Damanik.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved