Breaking News:

Berita Tangsel

Ombudsman Perwakilan Banten Minta Penyidik Polisi Proses Hukum Lurah Benda Baru Biar Ada Efek Jera

"Kami akan meminta Inspektorat Pemerintah Kota Tangsel memeriksa Lurah tersebutdan melaporkan hasilnya kepada Ombudsman RI Perwakilan Banten

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto saat ditemui di halaman Mapolsek Pamulang, Tangsel. (Warta Kota/Rizki Amana) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Pihak Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten meminta proses hukum terhadap Lurah Benda Baru, Saidun, yang mengamuk seperti jagoan di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, karena siswa yang dititipkannya tidak diterima oleh pihak sekolah, tetap berjalan.

"Biar ada efek jera," tegas Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten Dedy Irsan, kepada Wartakotalive.com, Selasa (21/7/2020).

Dikatakannya, dirinya mendesak pihak kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kasus itu karena sudah dilaporkan oleh pihak sekolah terkait adanya dugaan tindak pidana pemaksaan dengan ancaman serta pengrusakan fasiltas sekolah.

Dengan sanksi tegas tersebut, kata Dedy, sehingga tidak ada orang lain yang meniru gaya Saidun.

"Peristiwa tersebut memberikan contoh yang tidak baik di dunia pendidikan. Sebab, pendidikan semestinya tidak boleh dicampuri oleh kekuasaan," kata Dedy.

Ia menyayangkan apa yang dilakukan Saidun.

Maka, kata Dedy, selain diproses melalui jalur hukum, ia mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan memeriksa yang bersangkutan.

"Kami akan meminta Inspektorat Pemerintah Kota Tangsel untuk memeriksa Lurah tersebut segera dan melaporkan hasilnya kepada Ombudsman RI Perwakilan Banten, terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum Lurah tersebut baik dari sisi etika dan jabatan," papar Dedy.

Tindakan Saidun, kata Dedy bisa mencoreng nama Pemkot Tangsel dan membuat kepercayaan masyarakat terhadap aparatur sipil negara (ASN) menjadi terkikis.

Penilaian masyarakat terhadap ASN bisa makin memburuk karena peristiwa itu terjadi saat Pemkot Tangsel sedang gencar-gencarnya melaksanakan PPDB secara daring yang diharapkan bisa bebas dari praktik KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).

Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto memastikan proses hukum tetap berjalan pada kasus pengrusakan fasilitas di ruang Kepala SMAN 3 Tangerang Selatan (Tangsel) oleh Lurah Benda Baru, Pamulang, Saidun.

Kendati Saidun telah melangsungkan pertemuan dan permintaan maaf kepada pihak sekolah, Supiyanto mengatakan bila pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus yang menyeret Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.

Sebab, kasus tersebut terkategori sebagai tindak pidana murni yang tertuang dalam Pasal 335 Ayat 1 KUHP dan Pasal 406 KUHP tentang kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa orang untuk berbuat atau tidak berbuat dan pengrusakan.

"Ini kan bukan delik aduan, pidana murni. Emamg singkong dicabut, saya belum ngarah kesana. Yang penting saya profesional melaksanakan penyelidikan dan penyidikan titik sesuai ketentuan yang ada," kata Supiyanto saat ditemui di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Sabtu (18/7/2020).

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved