Breaking News:

Berita Bekasi

Hilangkan Stigma Buruk, Pemkot Bekasi Percantik Area Pemakamam Covid-19 di TPU Padurenan

Hilangkan Stigma Buruk, Pemkot Bekasi Percantik Area Pemakamam Covid-19 di TPU Padurenan yang kini Jadi Lokasi Pemakaman Pasien Covid-19

Warta Kota
Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mempercantik area pemakaman covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Kepala UPTD Pemakaman pada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertahanahan Kota Bekasi, Yayan Sopian mengatakan pihaknya sengaja membuat makam covid-19 lebih tertata, diperbuat cantik.

Hal itu dilakukan agar timbul kesan yang baik dan tidak ada membeda-bedakan dengan makam umum.

"Ini kan biar enggak ada stigama buruk aja di masyarakat. Jadi selepas covid ini, ya biasa saja berbaur dengan area makam lain," kata Yayan kepada Wartakotalive.com, pada Selasa (21/7/2020).

Mahasiswi Cantik Kena Tipu, Pemkot Tangerang Imbau Masyarakat Jangan Percaya Iming-iming PNS

Yayan menjelaskan tata letak dari awal dibuat rapih.

Kemudian keluarga dipersilahkan jika ada yang hendak memasang rumput, ditembok serta nisan atau tanda salib.

"Ya silahkan mau dibagusin lah, area pemakaman juga kita enggak dipojokan atau apa gitu. Di sini kita di jalur utama, jadi jika sudah beres covid ya kayak pemakaman biasa aja biar enggak dibedakan timbul kesan ini makam covid," ungkap dia.

Dorongan untuk menata dan mempercantik area pemakaman covid-19 di TPU Padurenan, Yayan menegaskan kembali agar tidak ada kesan mebedakan, apalagi mengucilkan.

Kepala UPTD Pemakaman pada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Yayan Sopian
Kepala UPTD Pemakaman pada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Yayan Sopian (Warta Kota)

Kedepannya juga bakal menjadi sama dengan area makam umum.

"Jadi ngapain lah dibeda-bedain, nanti selesai ini juga jadi makam umum biasa saja. Kalau sudah meninggal, apalagi sudah lama ya mati virusnya," terang Yayan.

Selain agar tidak membedakan, dorongan menata dan mempercantik area makam covid-19 itu juga karena ada sejumlah keluarga yang hendak memindahkan makamnya.

Tiga Pejabat Pemprov DKI Mangkir, Rapat Kerja Komisi B DPRD DKI Batal Digelar

Alasan memidahkan makam, mulai karena tradisi, juga karena suasana makam yang terkesan kumuh.

"Ada beberapa yang mau pindah, tapi kan enggak boleh ya. Tapi setelah balik lagi keluarga itu melihat kondisi makam begini (cantik tertata) malah engga jadi dipidahkan," imbuhnya.

Maka itu, Yayan menambahkan usai beres covid-19, area sisa pemakaman covid-19 akan dijadikan tempat pemakaman umum biasa.

"Ya kalau sudah beres mah dijadikan makam umum biasa, makanya kita tata rapih dan dipercantik aja kayak makam pada umumnya," tuturnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved