Sabtu, 18 April 2026

Virus Corona

Hanya 1.000 Jamaah pada Musim Haji Tahun Ini, yang Dimulai pada 29 Juli

Meski disebut secara resmi hanya ada sekitar 1.000 jemaah, namun media-media Arab Saudi mengabarkan bahwa jamaah haji akan sebanyak sekitar 10.000

Penulis: |
(AFP/ABDEL GHANI BASHIR)
Situasi di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Kabah termasuk lokasi untuk melakukan sai di antara Bukit Safa dan Marwah. 

Wartakotalive, Jakarta - Ibadah haji tahun ini resmi dimulai pada Rabu, 29 Juli 2020, dan hanya diikuti oleh sekitar 1.000 jamaah, sangat jauh berbeda jumlahnya dibandingkan musim haji tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai 2,5 juta orang.

Kabar tersebut disampaikan oleh pihak resmi Arab Saudi, yang dikutip aljazeera.com, Selasa, 21 Juli 2020.

Arab Saudi memang sudah mengumumkan beberapa waktu lalu bahwa jamaah haji tahun ini sangat terbatas jumlahnya, karena wabah virus corona yang melanda dunia.

Jatah untuk haji tahun ini, menurut Kementerian Agama, hanya untuk kalangan medis dan petugas keamanan yang telah sembuh dari infeksi virus corona, serta warga negara asing yang sudah tinggal di Arab Saudi.

Meski disebut secara resmi hanya ada sekitar 1.000 jemaah, namun media-media Arab Saudi mengabarkan bahwa jamaah haji akan sebanyak sekitar 10.000 orang.

Ini kali pertama dalam era modern Arab Saudi melarang jamaah haji dari luar negaranya.

Dari sisi ekonomi, pelarangan ini tentulah mengurangi pendapatan devisa Saudi, yang rata-rata mendapatkan sekitar 12 miliar dolar AS (sekitar Rp 174 triliun) dari jamaah haji dan umroh yang datang ke Saudi.

Para jamaah yang mendapatkan izin beribah haji tahun ini wajib menjalani protokol covid-19 yang ketat, baik saat berada di penginapan maupun saat bersembahyang di depan Kabah.

Setelah selesai menjalankan ibadah haji, mereka juga wajib menjalani karantina mandiri.

Arab Saud i sendiri juga masih didera kasus covid-19 yang tak kunjung turun. Bahkan di Mekah terjadi lonjakan kasus beberapa hari lalu.

Sampai dengan hari ini, menurut data dari worldometers.info, Arab Saudi mencatat 253.349 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 2.523 orang.

Dalam urutan kasus covid-19 secara global, Arab Saudi berada di nomor 13, sedangkan Indonesia di urutan 24.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved