Breaking News:

Berita Jakarta

Perompak Jual Ikan dan BBM yang Dirampok dari Nelayan ke Bangka Belitung

Selanjutnya hasil perompakan mereka terhadap nelayan itu dijual ke daerah Bangka Belitung. Mereka beraksi di jakarta, Bangka Belitung, dan Kalimantan

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Direktorat Polairud Polda Metro Jaya menangkap empat orang anggota komplotan perompak yang melakukan aksinya di sekitar perairan Kepulauan Seribu. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Komplotan perompak yang ditangkap Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Metro Jaya di sekitar perairan Kepulauan Seribu menjalankan aksinya sejak tahun 2018 silam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan para perompak tersebut beraksi secara terorganisir dan menjalankan aksinya sejak dua tahun yang lalu.

“Ini bukan baru, ini sudah hampir sekitar 2 tahun, ini baru pengakuan awal yang dilakukan oleh para perompak, sudah 2 tahun berlangsung,” ungkap Yusri, Senin (20/7/2020).

Selama dua tahun tersebut, aksi mereka sudah sangat meresahkan para nelayan. Mereka tidak segan meminta secara paksa hasil tangkapan kapal ikan hingga BBM kapal nelayan tersebut.

“Ini memang sangat meresahkan, dari kurun waktu 2 tahun mereka melakukan hampir setiap minggu satu kali. Bahkan ada yang sering, dua kali mereka melakukan (perompakan),” ujarnya.

VIDEO: Peserta Rapid dan Swab Test Massal di GOR Sunter Berdebar Tunggu Hasil

Pemerintah Jepang Beri Subsidi Perusahaan Swastanya untuk Keluar dari China

Selanjutnya hasil perompakan mereka terhadap nelayan itu dijual ke daerah Bangka Belitung. Pasalnya aksi perompakan mereka tersebut tidak hanya menyasar wilayah DKI Jakarta saja.

“Mereka melakukan perompakan ini bukan cuma di daerah Jakarta saja tapi sampai dengan Bangka Belitung dan sampai Kalimantan,” kata Yusri.

Sementara keempat orang anggota komplotan perompak tersebut masing-masing Bastiar alias Bombon (22), Baharudin (36), Arnis Supriyadi alias Dado (30) dan Udin alias Kuru (42).

Adapun barang bukti yang disita dari perompak di antaranya yakni satu unit kapal ikan tanpa nama, cumi cumi sebanyak enam box atau sekitar 700 kilogram, satu buah air soft gun, dan lain-lain.

Para perompak dijerat dengan Pasal 365 dan Pasal 368 KUHP, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api serta UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved