Breaking News:

Investasi Bodong

Pelaku Kasus Investasi Bodong Ditangkap Polisi, Selanjutnya Jadi Tahanan Kota karena Melahirkan

Belasan orang mendatangi Mapolsek Pamulang, Tangerang Selatan guna melaporkan seorang pelaku berinsial LGW, pelaku kasus investasi bodong

Warta Kota/Rizki Amana  
Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto saat ditemui di Mapolsek Pamulang, Tangsel. Polsek Pamulang baru saja menangkap pelaku investasi bodong, namun hanya menjadi tahanan kota karena melahirkan. 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG - Belasan orang mendatangi Mapolsek Pamulang, Tangerang Selatan guna melaporkan seorang pelaku berinsial LGW yang diduga sebagai pelaku investasi bodong dengan total omset miliaran rupiah.

Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto mengatakan kronologi terungkapnya kasus ditenggarai dari belasan laporan yang masuk ke pihaknya.

"Kasus ini berawal dari tanggal 15 Juni 2020 masyarakat datang ke sini dengan inisial IS melaporkan penipuan penggelapan dan pemalsuan atas nama terlapor saudara LGW dengan modus operandi dia mengajak kerjasama dan pinjem duit," kata Supiyanto saat ditemui di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Senin (20/7/2020).

BIN Gelar Swab Masal, Lima Pegawai Kantor Wali Kota Jakarta Barat Positif Covid-19

Draf Revisi Raperda RDTR untuk Reklamasi Ancol Segera Dibahas Bersama Pemprov dan DPRD DKI

"Ternyata  itu hanya janji, dan dikasih jaminan sertifikat dan AJB (Akta Jual Beli). Ternyata saat dicek di bon tidak terdaftar alias palsu. Korban sudah ada 16 orang yang melaporkan ke Polsek Pamulang," 

Mendapati laporan itu, pihak Polsek Pamulang bergegas melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Namun, kata Supiyanto, pelaku hendak memberikan perlawanan kepada petugas saat akan digelandang ke Mapolsek Pamulang.

"Dia berontak, bahkan saat kita pegang agar kondusif, dia malah mendorong bahkan berusaha teriak-teriak mengundang masyarakat jadi tidak kondusif terhadap anggota kami," jelas Supiyanto.

Frau tetap Gagah seperti Candi Prambanan saat Tampil Sendiri di Atas Panggung Prambanan Jazz Online

"Sehingga bersyukur kita bisa atasi dengan bantuan pak RW juga, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena dia sulit untuk diajak secara kondusif. Maka itu kita sengaja melakukan pemborgolan," sambungnya.

Namun, saat penangkapan berlangsung terduga pelaku sedang dalam keadaan mengandung sang buah hati.

Karenanya, pihak Polsek Pamulang hanya melakukan pemeriksaan sementara dikarenakan waktu kelahiran jabang bayi.

Legislator DKI Akui Draf Revisi Raperda RDTR untuk Reklamasi Ancol Telah Diterima

"Setelah pemeriksaan selesai, dia melahirkan dan kita bawa ke rumah sakit Vitalaya di daerah Pamulang dengan cara caesar."

"Untuk itu sementara ini, berdasarkan pasal 20 KUHAP dan pasal 22 tentang jenis penahanan, tersangka sementara kita kenakan penahanan kota dengan alasan dan pertimbangan dari segi kemanusiaan."

"Bahwa kondisi saat ini si tersangka ini masih sakit baru dioperasi dan bayinya juga masih di rumah sakit dengan keadaan tidak normal," kata Supiyanto.

Berstatus Zona Kuning, Pemkot Bekasi Berikan Izin Empat Sekolah Gelar KBM Tatap Muka

"Penahanan kota ini sama, seperti penahanan rutan. Selama 20 hari apabila dalam proses penyidikan belum selesai, maka kita dapat memperpanjang selama 40 hari di kejaksaan," pungkasnya. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved