Reklamasi Jakarta

Mantan Relawan Anies-Sandi Minta Gubernur Konsisten Terhadap Janji Politiknya soal Reklamasi

Mantan relawan Anies-Sandi pada Pilkada 2017 meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi janji politiknya.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ilustrasi ketika Kiara menggelar teatrikal sebagai bentuk penolakan reklamasi kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (15/7/2020). Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut Kepgub Nomor 237 tahun 2020 yang memberikan izin perluasan Ancol. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Mantan relawan Anies-Sandi pada Pilkada 2017  meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi janji politiknya.

Janji Anies Baswedan yang ditagih mantan relawan terutama mengenai reklamasi Kawasan Ancol, Jakarta Utara, seluas 155 hektar.

Mantan anggota Presidium Relawan Anies-Sandi (Prass), Tom Pasaribu mengatakan, ada 23 janji kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam ajang Pilkada 2017.

Salah satu yang paling sering digaungkan adalah menolak segala bentuk reklamasi yang merugikan warga DKI Jakarta.

“Saya minta Mas Anies komitmen dengan janji politiknya, dan saya sendiri sudah mencabut dukungan karena kesepakatan yang sudah terbangun di Jalan Senopati tidak sesuai janji yang disepakati,” kata Tom seperti dikutip dari keterangan pers, Senin (20/7/2020).

SOSOK Brigjen Prasetijo Utomo Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra, Pernah Tutup Proyek Reklamasi

KIARA Menyebut Reklamasi di Perairan Ancol Berdampak Sangat Buruk

Pada Pilkada 2017, Tom mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno karena demi kepentingan bersama dalam memperbaiki DKI Jakarta.

Anies-Sandi beserta para pendukungnya membuat 23 program unggulan, salah satunya kepemilikan rumah dengan uang muka (down payment/DP)  0 rupiah, bukan reklamasi Ancol.

“Sekarang coba cek, bagaimana hasilnya rumah DP 0 Rupiah. Masih banyak yang kosong dan penghuninya juga ada yang memiliki mobil,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa perluasan Kawasan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara seluas 155 hektar merupakan reklamasi.

Namun Anies menekankan, proyek ini berbeda dengan pembangunan 17 pulau milik kepala daerah DKI Jakarta sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kebijakannya sudah dia cabut pada 2018.

Kiara Desak Anies Baswedan Cabut Rencana Perluasan Reklamasi Ancol

Rian Ernest di ILC TV One Tunjukan Bukti Anies Baswedan Tidak Jujur Soal Reklamasi Ancol

“Penambahan lahan itu istilah teknisnya adalah reklamasi. Tapi beda sebabnya, beda maksudnya, beda caranya, beda pemanfaatannya dengan kegiatan yang selama ini tentang reklamasi 17 pulau/pantai itu,” kata Anies Baswedan melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Anies Baswedan mengatakan, perluasan Kawasan Ancol bukan bagian dari kegiatan reklamasi 17 pulau yang izinnya sudah dia cabut.

Tapi perluasan Ancol ini merupakan upaya pemanfaatan lahan yang sudah terbentuk dari hasil kerukan 13 sungai, waduk dan kali yang ada di Jakarta sejak 11 tahun silam.

Anies Baswedan Teruskan Reklamasi Ancol, Kata Ahok Konsepnya Sangat Berbeda dengan JEDI

Anies Baswedan Pastikan Reklamasi di Ancol Tak Akan Ganggu Nelayan

Kemudian, Anies Baswedan menerbitkan Surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020.

Kepgub itu tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dufan Seluas Kurang Lebih 35 hektar dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur Seluas Kurang Lebih 120 Hektar.

Surat itu ditetapkan Anies Baswedan pada 24 Februari 2020.

“Untuk memanfaatkan lahan yang sudah terbentuk ukurannya 20 hektar itu, Pemprov DKI Jakarta harus memberikan alas hukum demi memenuhi syarat legal administratif."

"Kemudian dikeluarkan SK Gubernur Nomor 237 tahun 2020, sehingga tanah (hasil pengerukan) itu bisa dimanfaatkan dan bisa dimanfaatkan segera untuk kepentingan publik,” kata Anies Baswedan.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved