Perseteruan China India
Hadapi China, India Menambah Belanja Drone Tempur dari Israel
Drone dapat dengan mudah menjangkau tempat-tempat yang tidak dapat diakses oleh manusia
Penulis: |
Wartakotalive, Jakarta - Guna menghadapi China, India berencana memborong pesawat tanpa awak (drone) dari Israel, dan Amerika Serikat.
Laporan media India yang dikutip scmp.com, Senin, 20 Juli 2020, menyebut bahwa Pemerintah India berencana untuk membeli lebih banyak drone tipe Heron dari Israel, sementara Predator B dari AS juga ada dalam daftar belanjaan.
India berkepentingan untuk menambah arsenal pesawat tanpa awak untuk mengawasi perbatasan dengan China sepanjang sekitar 5.000 km.
Sebagian besar perbatasan tanpa tanda tersebut bermedan berat bagi manusia. Berada pada dataran tinggi, sampai 8.000 meter, dengan banyak jurang yang dalam.
Kondisi alam semacam itu hanya bisa dikontrol dengan pesawat tanpa awak, yang tak mengandung risiko nyawa, namun efektif.
"Drone dapat dengan mudah menjangkau tempat-tempat yang tidak dapat diakses oleh manusia, dan memantau tempat-tempat penting yang terlalu sulit untuk dipatroli," kata analis militer Zhou Chenming.
Dalam posisi sekarang, kata dia, India kalah jauh dari China pada sisi kualitas dan kuantitas drone.
Israel Aerospace Industries adalah pemasok utama drone untuk Angkatan Darat India, dengan model Heron dan Searcher untuk misi pengintaian dan penyerangan, serta jenis Harop yang digunakan untuk misi anti-radiasi.
Heron adalah unmanned aerial vehicles (UAV) jenis tempur dengan panjang sekitar 8,5 meter, yang mampu membawa beban persenjataan seberat 250 kg.
Pesawat ini memiliki kecepatan tertinggi 200 km/jam, dapat beroperasi hingga 52 jam, dan mampu terbang setinggi 10.000 meter.
Sebagai perbandingan, UAV Searcher hanya mampu terbang setinggi 6.100 meter, yang berarti ruang lingkup operasinya terbatas jika digunakan di wilayah perbatasan yang tinggi.
Perbatasan China-India sebagian berada di pegunungan tertinggi di dunia, dengan ketinggian rata-rata lebih dari 4.000 meter - beberapa puncak malah melebihi 8.000 meter - dan merupakan lingkungan yang keras bagi drone.
India memiliki sekitar 70 Heron. Pada tahun 2018, sebuah Heron melintas perbatasan dekat Doklam dan jatuh di wilayah China.
Setahun sebelumnya, drone India lainnya mengalami hal yang sama, meskipun model itu tidak diidentifikasi.
India juga telah mengembangkan drone tempur buatan sendiri - Rustom dan Rustom-II - tetapi masih belum masuk dalam peralatan militer.
Sebaliknya, Cina adalah salah satu produsen dan eksportir UAV terbesar di dunia, dan salah satu yang paling banyak digunakan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) adalah model pengintaian/penyerang GJ-2.
Tidak ada angka resmi berapa banyak GJ-2 yang dimiliki PLA, tetapi China telah menjual 48 unit ke Pakistan dengan nama ekspor, Wing Loong II.
GJ-2 sepanjang 11 meter yang mampu membawa muatan 480 kg.
UAV ini dapat membawa hingga 12 rudal atau bom, memiliki kecepatan tertinggi 380 km/jam, kecepatan jelajah 200 km/jam dan mampu terbang hingga 9.000 meter.
Dengan demikian GJ-2 lebih besar, lebih cepat, dan dipersenjatai lebih baik daripada Heron.
Selain GJ-2, PLA dilaporkan telah mengerahkan drone pengintai/penyerang besar seperti CH-4, yang menjalani tes di wilayah dataran tinggi Tibet pada tahun 2018, dan BZK-005C - yang secara khusus dimodifikasi untuk digunakan di wilayah tinggi - yang terlihat di bandara Lhasa pada 2017.
Desain BZK-005C dioptimalkan untuk pendaratan di landasan pacu tanah lunak dan memiliki muatan hingga 300 kg.
Awal tahun ini, UAV mengambil bagian dalam latihan tempur di Tibet, menembakkan berbagai jenis bom dan peluru kendali ke sasaran darat.
Terlepas dari drone pertempuran besar ini, PLA memiliki UAV untuk tujuan lain.
Cuplikan dari televisi pemerintah menunjukkan tim pengintai menggunakan quadcopter kecil hanya 20 cm selama latihan penetrasi malam di ketinggian tinggi, dan brigade artileri menggunakan drone ringan untuk mendeteksi target puluhan kilometer jauhnya.
PLA juga menggunakan drone untuk mengirimkan makanan, obat-obatan dan amunisi ke posisi yang tidak dapat diakses oleh kendaraan bermotor, kata laporan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/drone-heron.jpg)