Liga 1
Dengan Berat Hati Persija Pilih Stadion Sultan Agung Bantul Sebagai Kandang Macan Kamayoran
Manajeman Persija Jakarta akhirnya memilih Stadion Sultan Agung sebagai home base. Persija minta Jakmania bisa memahami keputusan tersebut
Penulis: Rusna Djanur Buana | Editor: Rusna Djanur Buana
Persija Jakarta akhirnya memilih Stadion Sultan Agung Bantul sebagai markas.
Keputusan itu terkait dengan rencana bergulirnya kembali Liga 1 musim 2020 yang rencananya dihelat Oktober mendatang.
Manajemen Persija menilai Stadion Sultan Agung memiliki kualitas stadion yang baik.
Selain itu cukup banyak fasilitas lapangan latihan di sekitar Bantul yang dapat digunakan para penggawa Persija.
Persija juga beberapa kali pernah menggelar pertandingan di stadion tersebut dengan hasil memuaskan.
Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus menyatakan, keputusan memilih Stadion Sultan Agung Bantul adalah keputusan yang sangat berat,
namun harus dilakukan dan telah dipikirkan secara matang, dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Ia yakin bermarkas di mana saja tidak mengurangi kualitas permainan Ryuji Utomo dan kolega.
"Menggelar pertandingan di Jakarta dengan kondisi Covid-19 yang masih belum stabil menjadi beban yang sangat berat,
apalagi Extraordinary kompetisi terbilang sangat singkat hanya berdurasi kurang dari 6 bulan,
dengan menyisakan 32 pertandingan," tutur Ferry Paulus seperti dilansir liga-indonesia.id.
"Kami memilih Stadion Sultan Agung Bantul sebagai kandang kami. Dengan berbagai fasilitas pendukung
dan semangat para pemain, kami tetap yakin dapat mengarungi Extraordinary kompetisi dengan hasil positif," tambahnya.
• Real Madrid Pecundangi Barcelona, Zinedine Zidane Mengaku Bukan Pelatih Top Tapi Cuma Beruntung
• Dipersiapkan Menjadi Pelatih Tim Senior, Andrea Pirlo Setuju Besut Tim Juventus U-23
Sementara perihal digelarnya kembali latihan tim, Ferry Paulus masih mengkaji bersama jajaran pelatih.
Termasuk apakah langsung mengadakan pemusatan latihan di Yogyakarta.
"Latihan rencananya digelar bulan Agustus. Kami masih berkoordinasi dengan jajaran pelatih termasuk kebutuhan teknis seperti pemusatan latihan dan pertandingan uji coba.
Kami juga masih mendiskusikan langsung berlatih di Yogyakarta atau di Jakarta dahulu," tutupnya.