Pendidikan

Alasan Orangtua yang Setuju Belajar di Sekolah karena Anak Lebih Sering Main Game Ketimbang Belajar

“Belum belum (tatap muka), kami masih ada sejumlah persiapan-persiapan. Jadi hari ini belum tatap muka,” kata Kepala SMPN 2 Kota Bekasi, Samsu

Warta Kota/Muhammad Azzam
Suasana di SMPN 2 Bekasi, orang tua tampak mendatangi sekolah ini, Senin (20/7/2020). Para orang tua murid mendapat pengarahan dari pihak SMPN 2 Bekasi tentang rencana sekolah tatap muka. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Penerapan belajar tatap muka yang diwacanakan Pemerintah Kota Bekasi masih menuai pro kontra di kalangan orangtua siswa.

Yanti, orangtua siswa SMPN 2 Kota Bekasi lainnya Ratna Dewi (40) berharap agar segera belajar tatap muka.

Pasalnya, belajar secara online tidak efektif bagi anaknya. Waktu anaknya lebih sering bermain daripada belajar.

“Ya kalau tertular itu kan urusan Allah ya, asalnya sudah dijalankan prosedur protokolnya. Anak-anak juga sudah pada paham jaga diri dan protokol kesehatan,” kata Ratna kepada Wartakotalive.com, Senin (20/7/2020).

Ratna menilai kegiatan belajar di rumah tidak bisa fokus dan banyak materi pelajaran yang tidak terserap.

Di rumah anaknya lebih sering bermain game dibandingkan belajar.

“Anak saya juga kan engga pinter-pinter amat ya, jadi suka susah masuk pelajarannya kalau online. Lebih fokus dan jelas kalau belajar secara tatap muka,” terang dia.

Selain itu, belajar di rumah juga menelan biaya untuk beli kuota internet. Dalam satu bulan harus merogoh kocek hingga Rp 300 ribu.

“Ya belajar tatap muka aja, protokolnya aja diperketat diperhatikan. Kota Bekasi juga kan kasusnya rendah ya,” ujar Ratna.

Meski demikian, apapun keputusannya itu ia menerimanya. Baik itu tatap muka maupun harus belajar online kembali.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved