Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Soal Vonis Penyerang Novel Baswedan, Praktisi Hukum: Putusan Hakim Harus Dianggap Benar

Soal Vonis Penyerang Novel Baswedan, Praktisi Hukum: Putusan Hakim Harus Dianggap Benar. Simak selengkapnya.

YouTube @Official PN Jakarta Utara
Sidang pembacaan putusan perkara penganiayaan penyidik KPK Novel Baswedan, Kamis (16/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Praktisi Hukum M Zakir Rasyidin menanggapi soal vonis terdakwa penyerang air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Menurut Zakir, Terkait putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, masing-masing di vonis 2 tahun dan 1 tahun 6 bulan penjara, pada prinsipnya harus dihormati.

"Prinsipnya harus dihormati, apapun keputusannya," tegas Zakir di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Ketua Umum Majelis Advokat Muda Nasional Indonesia (Madani) ini menambahkan, dalam hukum ada istilah 'res judicata pro veritate habetur'.

Dapat Restu Jokowi, Yuri Kemal Putra Yusril Ihza Mahendra Siap Bertarung di Pilkada Belitung Timur

"Yang berarti apa yang diputus hakim harus dianggap benar. Itulah dasar mengapa kita dituntut menghormati putusan hakim," terangnya.

"Semoga Novel bisa menerima dengan vonis tersebut," sambung Zakir.

Sementara itu menyoal vonis hakim yang lebih tinggi dari tuntutan jaksa, Zakir tak terlalu mempermasalahkan. Sebab, kata dia, hak korban sudah diwakilkan kepada JPU dalam Persidangan.

"Kembali lagi bahwa apa yang sudah menjadi ketetapan bisa dikoreksi," urainya.

Jadwal Acara TV Minggu 19 Juli di TransTV, Trans7, GTV, RCTI, TVRI, SCTV, KompasTV, TV One

"Misal Jaksa menilai bahwa putusan hakim tidak sesuai dengan tuntutanya, maka tentu JPU bisa melakukan koreksi dengan melakukan upaya Hukum Banding, jika putusan tersebut dianggapnya melampaui tuntutan JPU," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved