Breaking News:

Berita Nasional

Pencurian Ikan di Laut Natuna Masih Terjadi, KKP Perketat Penjagaan Kawasan Zona Ekonomi Eksklusif

Pencurian Ikan di Laut Natuna Masih Terjadi, KKP Perketat Penjagaan Kawasan Zona Ekonomi Eksklusif. Termasuk Pencegahan Konflik Antar Nelayan

SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan kapal perang KRI Usman Harun di Puslabuh TNI AL d Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1/2020). Jokowi juga mengadakan silaturahmi dengan para nelayan di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa Natuna. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pencurian ikan hingga konflik yang terjadi di wilayah Perairan Natuna masih menjadi perhatian utama Pemerintah.

Lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, penjagaan di kawasan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Natuna kini diperketat.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP Ipung Nugroho Saksono.

Ditegaskannya, pengawasan perairan di perbatasan indonesia tersebut serta Pasifik dilakukan lewat patroli berkala.

Tujuannya untuk menjaga perairan Indonesia dari penjarahan kapal-kapal nelayan asing.

Sehingga sumber daya yang ada di laut Natuna dapat secara optimal dimanfaatkan oleh nelayan lokal.

"Harapan besar kami seperti itu," ungkap Ipung dalam siaran tertulis pada Sabtu (18/7/2020).

Pencurian ikan tersebut diakuinya tidak dapat dicegah menyeluruh, terdapat celah waktu yang dimanfaatkan nelayan asing memasuki perairan Natuna.

Dirinya menganalogikan aksi tersebut layaknya peredaran narkoba.

Para pengedar tidak akan kunjung surut, walaupun ancaman hukuman mati jelas tercantum dalam periundang-undangan.

Halaman
12
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved