Buronan Kejaksaan Agung

Mantan Direktur Penyidikan: Kejaksaan Agung Kebobolan Awasi Djoko Tjandra, Intelijen Lemah

Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Chairul Imam menilai pihak Kejaksaan Agung kebobolan mengawasi buronan Djoko Sugiarto Tjandra.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
Kompas.Com
Gedung Kejaksaan Agung 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Chairul Imam menilai pihak Kejaksaan Agung kebobolan mengawasi buronan Djoko Sugiarto Tjandra.

"Saya melihat ini kebobolan," ujar Chairul, pada sesi diskusi Polemik Trijaya bertema Ironi Djoko Tjandra dan Tim Pemburu Koruptor, yang digelar MNC Trijaya, Sabtu (18/7/2020).

Menurut dia, tim intelijen di Kejaksaan Agung tidak bekerja maksimal, sehingga Djoko Tjandra dapat bebas masuk keluar Indonesia.

Polisi Bilang Orang yang Tes Covid-19 di Bareskrim Bukan Djoko Tjandra, Cuma Mengaku-ngaku

"Lemah, intelijen kejaksaan, sehingga terjadi hal semacam ini," katanya.

Seharusnya, kata dia, pihak Kejaksaan Agung beserta jajaran dapat mengawasi di mana keberadaan seseorang yang telah ditetapkan sebagai buronan.

"Seharusnya, kejaksaan mengamati di mana dia? Lagi ngapain. Mau masuk ke Indonesia atau tidak?"

17 Juli 2020, Pertama Kalinya Pasien Sembuh Tambah Lebih Banyak Ketimbang yang Positif Covid-19

"Seharusnya diikuti, tetapi kelihatannya tidak," ucapnya.

Berkaca dari pengalaman-pengalaman pada tahun sebelumnya, dia menilai, Kejaksaan Agung seharusnya mampu menangkap buronan.

"Selama ini beberapa kali membawa buronan dari luar negeri ke Indonesia."

Kasus Covid-19 Meningkat, Wakil Gubernur DKI Bilang Masyarakat Sudah Jenuh dan Capek

"Bahkan dari tempat yang tidak ada perjanjian ekstradisi," imbuhnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut pihaknya belum mengetahui keberadaan Djoko Tjandra, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Bahkan, pihaknya juga tak tahu status kewarganegaraan Djoko Tjandra sekarang.

Ogah Komentari Vonis Penganiaya Novel Baswedan, Mabes Polri: Peradilan Sudah Selesai

"Kita masih bergerak, sekarang warga negara mana Djoko Tjandra ini kita juga enggak tahu," kata Burhanuddin di Jalan Sultan Hasanuddin Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2020).

Hal itu karena Djoko Tjandra bisa membuat KTP-el sebelum mengajukan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Padahal, sebelumnya Djoko Tjandra sempat dikabarkan berstatus kewarganegaraan Papua Nugini.

 Yodi Prabowo Ternyata Sering Kunjungi Warung Dekat Lokasi Jenazahnya Ditemukan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved