Buronan Kejaksaan Agung

MAKI Sebut Djoko Tjandra Warga Kelas Satu di Malaysia, Minta Jokowi Turun Langsung Pulangkan Buronan

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta Presiden Joko Widodo ‘turun tangan’ memulangkan Djoko Sugiarto Tjandra.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
kompas.com
Terdakwa kasus cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra, saat tuntutan pidana dibacakan jaksa penuntut umum Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 31 Juli 2008. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta Presiden Joko Widodo ‘turun tangan’ memulangkan Djoko Sugiarto Tjandra, terdakwa kasus pengalihan hak tagih Bank Bali.

Menurut dia, Jokowi harus memulangkan Djoko Tjandra, karena yang bersangkutan disinyalir sudah menjadi warga negara kelas I di Malaysia.

Hal itu diungkap Boyamin, karena dia pernah memerintahkan sejumlah orang untuk menyelidiki keberadaan Djoko Tjandra.

Polisi Bilang Orang yang Tes Covid-19 di Bareskrim Bukan Djoko Tjandra, Cuma Mengaku-ngaku

“Oktober 2019, tim saya pernah ketemu di Malaysia. Sering tinggal di situ."

"Di Papua Nugini jarang. Paling pergi ke Singapura,” ungkap Boyamin, pada sesi diskusi Polemik Trijaya bertema Ironi Djoko Tjandra dan Tim Pemburu Koruptor, yang digelar MNC Trijaya, Sabtu (18/7/2020).

“(Di Malaysia) seperti warga negara kelas I. Di Papua Nugini kelas I."

17 Juli 2020, Pertama Kalinya Pasien Sembuh Tambah Lebih Banyak Ketimbang yang Positif Covid-19

"Di Singapura, tidak (warga negara kelas I) karena banyak kompetitor. Di Indonesia juga warga negara kelas I,” bebernya.

Untuk itu, dia meminta Presiden Joko Widodo beserta aparat terkait berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia memulangkan Djoko Tjandra.

Selama proses itu, dia menyarankan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak diintervensi oleh pihak manapun.

Kasus Covid-19 Meningkat, Wakil Gubernur DKI Bilang Masyarakat Sudah Jenuh dan Capek

“Ini memang harus Presiden karena antar-negara."

"Tidak bisa Jaksa Agung datang ke sana, diketawain."

"Presiden diingatkan ramai-ramai ini urusan hukum."

Ogah Komentari Vonis Penganiaya Novel Baswedan, Mabes Polri: Peradilan Sudah Selesai

"Menjadi urusan rakyat Indonesia ditipu, dikadali, dibohongi."

"Mudah-mudahan Presiden hadir mengobati rakyat,” harapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved