Breaking News:

Kriminalitas

Komplotan Pencopet di Pasar Swalayan di Kelapa Gading Sudah Beraksi Sejak Tahun 2018

Ketiga pelaku yakni seorang pria berinisial AK (36) dan dua wanita berinisial YS (23) dan TH (27) sudah puluhan kali mencopet ponsel.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Polsek Kelapa Gading menggelar konferensi pers kasus pencopetan di pasar swalayan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tiga pencopet yang ditangkap ini bukan hanya beraksi di Jakarta, melainkan juga di Malaysia. 

WARTAKOTALIVE.COM, KELAPAGADING - Aksi komplotan pencopet ponsel di pasar swalayan di sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara yang sempat viral di media sosial sudah dua tahun beraksi.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Rango Siregar mengatakan, ketiga pelaku yakni seorang pria berinisial AK (36) dan dua wanita berinisial YS (23) dan TH (27) sudah puluhan kali mencopet ponsel.

“Aksi pelaku sudah dilakukan puluhan kali sejak tahun 2018,” kata Rango, Sabtu (18/7/2020).

Rango mengatakan, para pelaku menjalankan aksinya di pusat-pusat perbelanjaan menengah ke atas yang berada di kota-kota besar. Bahkan mereka juga beraksi hingga ke Malaysia.

VIDEO: Komplotan Pencopet di Supermarket Kelapa Gading yang Viral di Media Sosial Ditangkap

Komplotan Pencopet di Pasar Swalayan di Kelapa Gading, Setiap Akhir Pekan Beraksi di Malaysia

“Khususnya di pusat perbelanjaan mewah yang ada di kota Jakarta, Bandung dan Surabaya, bahkan Malaysia,” kata Rango.

Menurut Rango, yang menjadi sasaran korban kejahatan mereka adalah para pengunjung yang berada di pusat perbelanjaan.

Namun karena masa pandemi virus corona atau Covid-19, mereka mengubah strategi.

Wanita Komplotan Pencopet Internasional Bertugas Sebagai Pemetik, Satu Wanita Lagi Alihkan Perhatian

Komplotan Pencopet Handphone Internasional Ditangkap Polisi, Mereka Kuasai Kuala Lumpur

“Lokasi pencurian berubah jadi supermarket, biasanya mereka bekerja atau pun melakukan aksinya di departement store,” tuturnya.

Setelah menjalankan aksinya tersebut, mereka langsung menjual barang hasil curian itu kepada penadah yang masih diburu oleh aparat kepolisian.

“Hasil dari kegiatan tersebut langsung dijual kepada penadah yang sedang kami dalami,” kata Rango.

Hasil pencurian tersebut dibagikan secara merata terhadap empat pelaku. Saat ini, satu orang pelaku masuk dalam daftar pencarian orang dan masih diburu.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved