Sabtu, 25 April 2026

Berita Kriminal

Pria di Cakung Ancam Bunuh Istri Seusai Bunuh dan Buang Jasad Anak Tirinya

SAP tak berani melaporkan perbuatan biadab Cece ke polisi karena pertimbangan pribadi hingga akhirnya petaka terjadi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Ilustrasi pembunuhan anak 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG-- Pelaku penyiksa dan pembunuh balita Muhammad Abdullah (2), yakni Cece Suhandi rupanya tak hanya tega membunuh lalu membuang jasad anak tirinya.

Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Tom Sirait mengatakan guna memuluskan pelariannya ke Bogor Cece mengancam istrinya sendiri, SAP (19).

"Pelaku mengancam membunuh kalau sampai ibunya (SAP) menceritakan perbuatannya. Sekarang kondisinya sedikit stres," kata Tom saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (17/7/2020).

Polisi Sudah Periksa 29 Saksi untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Editor Metro TV Yodi Prabowo

Cece yang sudah lama menganiaya Abdullah membuat perempuan warga Kelurahan Rawa Terate itu takut.

Saat Cece membunuh anaknya pada Senin (6/7/2020) hingga jasad Abdullah ditemukan warga pada (7/7/2020), SAP tak berani melapor.

"Jadi kita mengetahui identitas korban dan ibunya ini dari hasil penyelidikan. Setelah ibunya kita datangi baru mengaku itu anaknya," ujarnya.

Tom menuturkan SAP sebenarnya mengetahui tindak penganiayaan yang kerap dilakukan Cece kepada putranya karena terjadi di rumah.

Namun SAP tak berani melaporkan perbuatan biadab Cece ke polisi karena pertimbangan pribadi hingga akhirnya petaka terjadi.

Arief Poyuono Usulkan Pelegalan Togel dan Kasino, Andre Rosiade Geram: Dia Tidak Mewakili Partai

"Hasil penyidikan sejauh ini kita tidak menemukan bukti dan fakta ibunya terlibat penganiayaan yang dilakukan pelaku. Tapi kita masih gali lagi," tuturnya.

Sebagai informasi, Cece membunuh lalu membuang jasad Abdullah pada Senin (6/7/2020) sekira pukul 01.00 WIB lalu melarikan diri ke Bogor.

Jasad Abdullah yang ditemukan warga pada Selasa (7/7/2020) sekira pukul 13.30 WIB diketahui korban pembunuhan setelah hasil autopsi keluar.

Setelah melakukan penyelidikan, personel Unit Reskrim Polsek Cakung meringkus Cece pada Rabu (15/7/2020) depan Stasiun Bogor sekira pukul 19.30 WIB.

Alasan membunuh anak tiri

Diberitakan sebelumnya, Balita bernama Muhammad Abdullah (2) tewas di tangan ayah tirinya sendiri, Cece Suhandi (32) akibat luka penganiayaan berdasarkan hasil autopsi tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati.
Balita malang itu mengalami luka memar di mata, leher, bibir sobek hingga luka sundutan rokok yang diketahui merupakan hasil tindak penganiayaan.
Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Tom Sirait mengatakan Abdullah sudah lama jadi korban penganiayaan sebelum tewas.
"Pengakuan pelaku sudah lama menyiksa korban, sering dipukuli sampai disundut rokok. Alasannya karena anaknya ini sering nangis dan rewel," kata Tom saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (17/7/2020).
Cece yang mengaku kesal sering mendengar tangisan anak tirinya kemudian menyiksa korban lalu membuang jasad Abdullah pada Senin (6/7/2020) sekira pukul 01.00 WIB.
Jika saja warga tak menemukan jasad Abdullah pada Selasa (7/7/2020) sekira pukul 13.30 WIB, mungkin perbuatan Cece tak bakal terungkap.
"Sebelum meninggal korban dianiaya pelaku dengan sebuah pipa stainlees dan disundut rokok. Terakhir membenturkan kepala balita tersebut ke tembok," ujarnya.
Merujuk hasil autopsi tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati, Tom menuturkan luka benturan di kepala itu jadi sebab Abdullah meninggal.
Setelah diringkus pada Rabu (15/7/2020) dalam pelariannya ke Bogor, penyidik Unit Reskrim Polsek Cakung segera melakukan pemeriksaan dan olah TKP.
"Barang bukti yang kita amankan sepeda motor Honda Kharisma yang dikemudikan pelaku sewaktu membuang jasad korban dan pipa stainlees yang digunakan memukuli korban," tuturnya
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved