Virus Corona Jabodetabek

Wali Kota Bekasi Dukung Penerapan Denda Rp 150 Ribu Bagi Warga Tak Pakai Masker

Kebijakan penerapan denda bagi yang tak pakai masker oleh GuKbernur Jawa Barat, bertujuan meningkatkan kepatuhan serta menghindari terjadi kasus baru.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Senin (13/7/2020). 

WARTAKOTALIVE, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mendukung kebijakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menerapkan denda Rp 100 hingga Rp 150 ribu bagi warga yang tak mengenakan masker.

Dukungan itu disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga, Kamis (16/7/2020).

"Iya kan secara hierarki Kota Bekasi kan bagian dari regionalnya Jabar."

4 Jam Sidang Vonis Kasus Penyerangan Novel Baswedan Belum Kelar, Berkas Putusan Setebal 232 Halaman

"Kalau Pak Gubernur sudah menetapkan, itu berarti aturannya mengikat, mengikat Kota Bekasi, Ciamis, Kuningan, dan lainnya," tutur Rahmat Effendi.

Pepen, sapaan karib Rahmat Effendi mengungkapkan, kebijakan penerapan denda bagi yang tak pakai masker oleh Gubernur Jawa Barat, bertujuan meningkatkan kepatuhan serta menghindari terjadi kasus-kasus baru.

"Karena masker suatu yang penting dan wajib, kita siap menerapkan itu."

Bubarkan 18 Lembaga Negara, Jokowi Bakal Terbitkan Perpres Baru

"Enggak boleh berbeda karena aturannya dia Jabar, Kota Bekasi enggak boleh berbeda. Termasuk kota/kabupaten lainnya," beber Pepen.

Maka itu, Pepen meminta masyarakat memahami esensi penerapan denda bagi yang tak mengenakan masker.

Gubernur Ridwan Kamil tak ingin ada kasus-kasus baru, klaster baru, karena kepatuhan warga rendah dalam memakai masker.

DAFTAR 37 Prolegnas Prioritas 2020, Masih Ada RUU Pembinaan Haluan Ideologi Pancasila

"Itu yang harus kita pahami, ya walaupun kita tahu kondisi masyarakat lagi susah."

"Tapi mungkin sanksi tegas denda itu karena masih ada warga masyarakat yang bandel," tuturnya.

Jika aturan itu sudah dibuat dan berlaku, Pemerintah Kota Bekasi bakal membuat tim untuk mengawasi dan menelusuri warga yang memakai masker ketika beraktivitas.

Giliran Brigjen Nugroho Wibowo Diperiksa Propam Soal Dugaan Hapus Red Notice Djoko Tjandra

"Secara umum saya lihat warga kita sudah patuh, di CFD saja paling 1 atau 2 saja."

"Kita awasi ini, khususnya di lingkungan permukiman selain di lokasi kegiatan ekonomi seperti pasar," paparnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved