Breaking News:

Wakil Wali Kota Tangsel Wanti-wanti Pembelajaan Tatap Muka Apalagi Sampai Muncul Klaster Baru

Makanya harus dijamin protokol kesehatannya, terutama yang swasta, kalau negeri kan kami daring semua

Warta Kota/Rizki Amana
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie saat ditemui di bilangan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mewanti-wanti sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat yang sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Jika didapati ada sekolah yang sudah mulai menerapkan belajar di sekolah, maka kata Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

Bahkan, jika sampai terjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di sekolah yang menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, maka kata Benyamin, sanksi terberat bakal diberikannya.

Sanksi tersebut merujuk Peraturan Wali Kota (Perwal) Kota Tangsel Nomo 28 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Sanksinya kalau di Perwal itu administrasi dari mulai teguran lisan, teguran tertulis. Kalau kemudian parah, dan kemudian menjadi klaster baru kita tutup," kata pria yang akrab disapa Ben itu saat ditemui di kawasan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel, Rabu (15/7).

Ben menjelaskan peringatan untuk tidak melaksanakan aktifitas KBM secara tatap muka lebih dituju kepada sekolah berstatus swasta.

Pasalnya, ia menjamin aktifitas KBM secara daring telah terlaksana sepenuhnya bagi sekolah berstatus negeri.

"Ancamannya seperti itu, apalagi kalau dia jadi klaster. Makanya harus dijamin protokol kesehatannya, terutama yang swasta, kalau negeri kan kami daring semua," tandasnya.

Pedagang di 7 Pasar di Tangerang Diajari Transaksi Non Tunai, Kendalanya Banyak yang Belum Handphone

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved