Breaking News:

Olahraga

Ketua BSANK Menyayangkan Rencana Jokowi Membubarkan Lembaga yang Dipimpinnya

Hari Amirullah Rachman meminta ada evaluasi dulu mengenai kinerja BSANK, sebelum lembaga itu dibubarkan oleh Presiden Jokowi.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Merdi Iskandar
Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas terkait persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua, di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, (26/8/2019). 

Ketua Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK), Hari Amirullah Rachman, menyayangkan rencana Presiden Joko Widodo yang bakal membubarkan 18 lembaga atau badan negara.

BSANK, yang berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menjadi salah satu lembaga yang akan dibubarkan itu.

Presiden menyatakan alasan pembubaran lembaga tersebut adalah untuk mengurangi beban anggaran negara.

Namun, Hari meminta agar ada evaluasi lebih dulu mengenai kinerja organisasi yang dipimpinnya, sebelum dibubarkan oleh Presiden yang biasa disapa Jokowi itu.

Menpora Zainudin Amali saat menghadiri acara penandatanganan MoU anggaran pelatnas Olimpiade kepada PP Perpani dan PB PASI di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2020).
Menpora Zainudin Amali saat menghadiri acara penandatanganan MoU anggaran pelatnas Olimpiade kepada PP Perpani dan PB PASI di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2020). (Dok: Kemenpora)

”Jadi, kami sebenarnya dari BSANK menyayangkan, kalau kemudian tanpa evaluasi kemudian dibubarkan. Memang banyak lembaga sejenis, tetapi yang khusus menangani keolahragaan itu tidak ada,” kata Hari kepada Warta Kota, Rabu (15/7/2020).

”Kami sih sebenarnya berharap dilakukan evaluasi dulu, apa yang sudah dihasilkan, apa yang sudah dikerjakan. Kemudian juga tentu siapa saja yang sudah bekerja di dalamnya,“ tambah Hari.

Hari mengatakan, hingga sejauh ini BSANK telah berperan penting dalam memajukan olahraga di Indonesia, salah satunya melakukan akreditasi terhadap 15 induk organisasi olahraga di Tanah Air.

Tugas BSANK ke depan juga akan berat, karena Kemenpora sedang menyusun grand design olahraga Indonesia.

Tanpa grand design itu, kata Hari, atlet-atlet Indonesia tidak akan berprestasi, mulai dari tingkat nasional, regional, hingga dunia.

“Dalam grand design kami berperan, karena ini kan badan yang khusus memastikan standar keolahragaan nasional. Namun, BSANK baru empat tahun, artinya baru periode kedua. Ini sekarang baru masuk periode kedua,“ kata Hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved