Breaking News:

PPDB

Kembalikan Uang Pangkal Rp 17 Juta, Biaya Pendidikan Arista Juga Digratiskan Hingga Lulus SMA

Begitu banyak pihak yang simpati kepada Aristawidya Maheswari (15) saat diberitakan bahwa siswi SMP yatim piatu putus sekolah akibat tak lolOS PPDB.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Kepala SMA Muhammadiyah 11, Rosita Sari (kiri) dan H Dwiyono Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah (kanan) saat ditemui di SMA Muhammdiyah 11, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2020). 

Nilai rata-rata rapor lima mata pelajaran yang diraih Arista yakni 81,71.

Sedangkan nilai akreditasi sekolah asalnya yakni SMPN 92 Jakarta 9,5.

Sehingga total nilai yang didapatkan Arista hanya 7.762,4.

 Data Pribadi Denny Siregar Bocor, Begini Tanggapan Resmi Telkomsel

Pada proses tersebut, nilai Arista juga kalah saing dengan murid-murid lainnya yang memiliki nilai lebih tinggi darinya.

"Nilai aku enggak terlalu tinggi, enggak terlalu rendah juga, sudah coba ke beberapa sekolah, tapi enggak dapat," ucapnya.

Sejak pagi hingga siang, ia dan neneknya, Siwi Purwanti (60) mencari-cari slot bangku kosong hingga ke delapan sekolah.

Namun hingga PPDB ditutup pada pukul 15.00 WIB, ia tak lolos terlempar karena nilainya kalah bersaing.

 Waspadai Aplikasi Pra-instal dalam Ponsel, Sebabkan File Berbahaya Tak Dapat Dihapus

"Tadi nyoba ke SMAN 12, 21, 36, 61, 53, 59, 45 dan 102 terakhir, sampai jam 3 sore, tidak ada yang lolos," tutur Arista.

Arista sebelumnya sempat memperjuangkan nasibnya hingga ke Komisi X DPR RI lantaran sistem zonasi lebih mengutamakan faktor usia ketimbang jarak sekolah.

Hal itu dilakukannya lantaran banyak anak-anak yang berusia lebih muda kalah saing dengan murid-murid yang berusia lebih tua hingga peluang mereka yang baru lulus di tahun ini, menjadi sangat kecil.

Ia mengaku sangat kecewa terhadap sistem PPDB jalur zonasi yang mengutamakan usia sebagai acuan lolosnya seleksi.

Padahal, peluang Arista untuk terdaftar di SMAN pilihannya sangat terbuka lebar apabila sistem yang digunakan mengacu pada jarak sekolah, bukan usia.

Viral Iklan Mal Terbesar di ASEAN Dijual Rp17 Triliun, Pihak Taman Anggrek Bungkam

"Sangat kecewa, yang seharusnya aku bisa masuk ke sekolah negeri (melalui jalur zonasi), tapi enggak bisa. Karena yang saya mau sebenarnya jarak sekolah yang dekat dari rumah," ungkap Arista.

"SMAN 12 hanya 500 meter, sangat dekat, jadi enggak harus ada biaya transport, tinggal nyeberang sudah sampai," ungkapnya.

Arista pun memutuskan untuk menghentikan masa studinya sementara waktu lantaran enggan menimba ilmu di sekolah swasta, salah satu faktornya adalah terkendala biaya.

"Saya mau istirahat saja dulu 1 tahun," kata Arista.  (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved