Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Hukuman Dua Terdakwa Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Menuai Polemik

Menurut ahli hukum pidana, Universitas Tarumanagara, Hery Firmansyah, Hakim bisa tak melihat tuntutan dalam menjatuhkan vonis.

Editor: Dodi Hasanuddin
YouTube @Official PN Jakarta Utara
Sidang pembacaan putusan perkara penganiayaan penyidik KPK Novel Baswedan, Kamis (16/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Djuyamto memvonis dua terdakwa penyiraman air keras Novel Baswedan dengan hukuman berbeda di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020).

Rahmat Kadir Mahulette divonis dua tahun penjara. Sementara terdakwa lainnya yakni Ronny Bugis dijatuhkan vonis 1,5 tahun penjara.

Putusan hakim tersebut menuai polemik.

Mastur Sebut Omaswati Meninggal Karena Sakit Paru-Paru

CLM Sudah Diluncurkan, Masyarakat Tetap Bisa Gunakan SIKM saat Bepergian

Menurut ahli hukum pidana, Universitas Tarumanagara, Hery Firmansyah, bola beralih ke tangan hakim.

Hakim bisa tak melihat tuntutan, dalam menjatuhkan vonis, asal masih dalam lingkup dakwaan.

Novel Baswedan disiram air keras pada selasa 11 April 2017, usai shalat subuh di masjid dekat rumahnya.

Peristiwa itu mengakibatkan mata kiri Novel tidak berfungsi hingga cacat permanen

Dalam sidang tuntutan, kasus penyerangan dengan menggunakan air keras, terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, Jaksa Penuntut Umum menyatakan tuntutan satu tahun penjara kepada kedua terdakwa.

Tuntutan satu tahun ini pun menuai polemik, karena kedua terdakwa, terbukti melakukan penganiayaan terencana, yang mengakibatkan luka berat.

Terkait tuntutan terhadap terdakwa, Novel Baswedan, yang jadi korban, mengaku sejak awal sudah ragu, dan memprediksi hal ini.

Pembukaan Pariwisata Indoor Seperti Bioskop di DKI Terpaksa Ditunda, Begini Alasan Anies Baswedan

Swab Test PCR Naik 3,6 Kali Lipat, Gambarkan Kondisi Pandemi Covid-19 di Jakarta yang Sesungguhnya

Novel, juga tak lagi percaya dengan sidang yang digelar.

Namun, dalam sidang pembelaan diri terhadap dua terdakwa, Ronny Bugis, dan Rahmat Kadir, yang saat itu merupakan anggota satuan Brimob Polri, menyatakan alasannya menyiram air keras, karena Novel yang mantan polisi, tak menjaga solidaritas sebagai sesama polisi, atau Jiwa Corsa.

Namun, polisi baru berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras dua tahun lebih atau Desember 2019. 

Berita ini telah tayang di kompas.tv dengan judul Kasus Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Ahli: Hakim Bisa Vonis Di Luar Tuntutan Editor : Dea Davina

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved