Breaking News:

Berita Jakarta

Haris Menyebut Warga Korban Penertiban Kebingunan Mencari Tempat Tinggal

Penertiban dilakukan untuk keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api (KA) di lokasi tersebut

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Barang-barang milik warga yang menjadi korban penggusuran pinggir rel kereta api RT 006/RW 04 Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, masih dibiarkan di lokasi penggusuran, Rabu (15/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Puluhan rumah semi permanen di pinggir rel kereta api di kawasan Kampung Sadar, tepatnya RT 06/ 04 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, ditertibkan, Rabu (15/7/2020).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut, penertiban bangunan liar (bangli) dilakukan di sekitar Emplasemen Stasiun Kampung Bandan.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan penertiban  dilakukan untuk keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api (KA) di lokasi tersebut. Sebelumnya, PT KAI Daop 1 telah memberikan Surat Pemberitahuan (SP) pertama, SP kedua, dan SP ketiga kepada para penghuni bangunan untuk mengosongkan lokasi.

Kelakuan Bule Asal Amerika yang Bikin Resah Warga di Bali

PESAN DOKTER REISA Istilah Baru Covid-19 Suspect, Probable dan Konfirmasi

“Ada 57 bangunan liar yang ditertibkan dari lokasi Emplasemen Stasiun Kampung Bandan,” kata Eva.,” kata Eva, melalui keterangan tertulis, Rabu (15/7/2020). Eva memastikan kegiatan penertiban berjalan kondusif kerena sebelumnya telah dilakukan koordinasi dengan menggandeng aparat kewilayahan di Pademangan, Jakarta Utara.

Penertiban tersebut sesuai dengan Pasal 178 UU Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian dimana setiap orang dilarang membangun atau menanam pohon yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

Panglima Komando Armada I Periksa Kesiapan Gladi Tugas Tempur 2020

“PT KAI Daop 1 Jakarta menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan atau mendirikan bangunan disekitar jalur KA karena dapat membahayakan perjalanan KA,” ujar Eva.

Sementara, 36 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban penggusuran di pinggir rel kereta api di Kampung Sadar, ditawari relokasi. Ketua RT 06/ 04  Ancol Haris Liga mengatakan warga terdampak penggusuran kini kebingungan mencari tempat tinggal karena selain tidak punya uang, mereka juga tidak punya saudara.

Namun demikian, ditengah kebingungan warga tersebut, ada wacana relokasi bagi warga yang menjadi korban penggusuran untuk pindah ke rumah susun terdekat. "Itu yang membuat kita dilema. Warga itu mau dibawa ke mana, apakah di rusun atau di mana," kata Haris, Rabu (15/7/2020).

Pemain Tim Nasional Indonesia U-16 Belajar Bicara di Depan Publik

Kata Klopp, Pencabutan Hukuman Manchester City Berbahaya bagi Masa Depan Sepak Bola

Haris mempertanyakan opsi relokasi ke rumah susun untuk warga korban penggusuran. Pasalnya lahan tempat mereka tinggal selama ini milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). "Penggusuran ini dilakukan oleh PT KAI. Kalau rusun itu urusan Pemprov dan kita pengurus menjadi buah simalakama juga," ucap Haris.

Sementara itu penanganan sementara terhadap warga terdampak penggusuran dilakukan dengan mendirikan tenda di dekat lokasi kejadian oleh pengurus RT setempat. Warga berharap ada bantuan maupun kejelasan nasib mereka pascapenggusuran, apakah direlokasi atau tidak.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved