Breaking News:

Pendidikan

Disdik DKI Masukkan Pelajar Miskin yang Gagal PPDB ke Sekolah Swasta, Uang Sekolah Dibayar KJP

Peserta Gagal di PPDB DKI Jakarta Akan Dimasukkan ke Sekolah Swasta, Uang Sekolah Dibayar KJP. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Kompas.com
Penerima Kartu Jakarta Pintar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PPDB DKI Jakarta telah berakhir, dan tahun ajaran baru sudah dimulai. 

Namun, diduga ada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang belum mendapat sekolah usai gugur dalam PPDB DKI Jakarta.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi DKI Jakarta pun sudah memikirkan cara menyelesaikan hal ini. 

Ketua Umum BMPS, Imam Parikesit, mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah berupaya secara maksimal agar kegiatan PPDB berjalan baik, meskipun telah melalui dinamika yang cukup melelahkan.

Dalam press rilisnya, Imam menyatakan bahwa rasio kelas di semua sekolah negeri telah hampir terisi penuh. 

Dukung UMKM Seiring Penggunaan Aplikasi i-Kurma, Pembiayaan Mikro BRISyariah Tumbuh 150 Persen

Namun, kata Imam,  terdapat sejumlah Sekolah Swasta yang rasio kelasnya belum tercukupi, dan masih banyak tersedia bangku kosong.

Oleh karena itu, kata Imam, Dinas Pendidikan DKI dan BMPS sepakat mengadakan penyisiran atas anak usia sekolah yang yang belum mendapat sekolah agar dapat dimasukkan ke Sekolah Swasta yang masih tersedia bangku kosong. 

Nantinya, kata Imam, SPP anak-anak tersebut akan diambil dari dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). 

Selain itu, anak-anak tersebut juga ada dicarikan lokasi sekolah swasta yang dekat tempat tinggalnya, baik pada jenjang SD, SMP, SMA, maupun SMK.

Sementara itu, kata Imam, untuk penyelesaian biaya investasi (dalam bentuk uang pangkal) di Sekolah Swasta, BMPS Provinsi DKI Jakarta dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bersepakat mencari upaya
jalan keluar dengan menunda pembayarannya kepada Sekolah Swasta yang bersangkutan. 

Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat, Pekan Depan Timnas U-16 Indonesia Jalani Swab Test

Selanjutnya, ujar Imam, menyangkut uang pangkat tersebut akan diselesaikan secara musyawarah dalam waktu kurang lebih enam bulan ke depan.

"Demikian pernyataan ini disampaikan dengan semangat kebersamaanuntuk memberikan penjaminan, bahwa setiap warga Jakarta usiasekolah, utamanya dari strata sosial ekonomi yang kurangmampu pada tahun pelajaran 2020/2021 dan seterusnya harus bersekolah," kata Imam dalam press rilisnya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved