Breaking News:

Virus Corona

Tak lagi Pakai SIKM untuk Keluar Masuk Jakarta, Anies Terbitkan Layanan CLM, Berlaku Sepekan

CLM merupakan pengganti surat izin keluar masuk (SIKM) di Jakarta yang hanya berlaku selama sepekan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Youtube Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan CLM sebagai pengganti SIKM. Tampak saat Anies memaparkan alasan perpanjangan PSBB Jakarta memasuki masa transisi didampingu Wagub DKI Ariza. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan Layanan corona likelihood metric (CLM).

CLM merupakan pengganti surat izin keluar masuk (SIKM) di Jakarta yang hanya berlaku selama sepekan.

Setelah masa berlakunya habis, warga luar Bodetabek yang ingin masuk Jakarta maupun arah sebaliknya diminta mengisi kembali layanan itu melalui rapidtest-corona.jakarta.go.id.

“Masa berlakunya tujuh hari, jadi kami mengimbau kepada warga untuk melakukan update (memperbarui),” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pada Rabu (15/7/2020).

Syafrin mengatakan, bagi pemohon yang terindikasi Covid-19 berdasarkan penilaian atau skor dari aplikasi itu, mereka akan direkomendasikan untuk menjalani tes.

 Sebelum Meninggal, Editor Metro TV Yodi Sempat Diminta Istighfar oleh Kekasihnya karena Bicara Aneh

 Viral Pesepeda Dilarang Masuk Kawasan PIK, Sebut harus Pakai Paspor, ini Penjelasan Wali Kota Jakut

Layanan itu juga telah memberikan jadwal dan tempat tes kesehatan, sehingga mereka dapat dilayani dengan baik.

Menurutnya, aplikasi CLM dapat memudahkan pemerintah daerah untuk memantau pergerakan orang di ibu kota.

Di sisi lain, melalui CLM ini pemerintah daerah dapat memastikan bahwa yang bersangkutan dapat bebas dari Covid-19.

“Jika skornya di atas passing grade (batas nilai minimal) yang ditetapkan mereka bisa bepergian. Namun, jika skornya d i bawah passing grade, otomatis warga tersebut direkomendasikan untuk melakukan tes,” ujar dia.

“Kami minta pada warga yang direkomendasikan tes, janganmelakukan perjalanan dulu. Anda lakukan tes dulu. Setelah mendapat hasil tes negatif, silakan lakukan perjalanan. Atau jika positif, tentu ada treatment tertentu. Apakah karantina mandiri atau, nanti sesuai rekomendasi dokter pada saat dilakukan tes,” lanjutnya.

Pemprov DKI Jakarta mencabut kebijakan pemeriksaan surat izin keluar masuk (SIKM).

Namun warga luar Bodetabek yang ingin masuk Jakarta dan arah sebaliknya, mereka diimbau mengisi layanan corona likelihood metric (CLM) melalui website rapidtest-corona.jakarta.go.id.

“Sejak tanggal 14 Juli kemarin SIKM ditiadakan, tapi warga diimbau mengisi CLM,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pada Rabu (15/7/2020).

Syafrin mengatakan, CLM merupakan kalkolator layanan untuk skrining mandiri yang memakai model mesin dalam mengukur kemungkinan seseorang positif Covid-19.

• KEREN! Lagu Lathi Mendunia, Grup Weird Genius Terpampang di Baliho Times Square New York

Secara teknis, CLM merupakan ML based clinical decision support system (CDSS).

Nantinya pemohon akan diminta untuk mengisi identitas diri dari nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat rumah dan nomor telepon.

Setelah itu, pemohon akan mendapatkan beberapa pertanyaan soal aktivitasnya beberapa hari lalu.

Seperti pernah/tidak kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, riwayat perjalanan, riwayat kesehatan dan sebagainya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved