Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Miris, Pemkot Bekasi Belum Anggarkan Insentif Tukang Gali Kubur Jenazah Covid-19 di TPU Padurenan

Pemerintah Kota Bekasi belum menganggarkan insentif untuk penggali kubur jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Petugas pemakaman ataupun tukang gali kubur jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan Kota Bekasi. 

Jika membayangkan lelah dan bahayanya sebagai petugas pemakaman Covid-19, sudah mundur lebih awal.

Apalagi saat puncak kasus yang rela begadang hingga tengah malam serta hujan-hujan saat proses pemakaman.

"Dibilang capek mah capek, makanya ini mau cepat udahan (Covid-19). Kalau mau mundur mah pernah mikir ke situ, tapi kalau bukan kita siapa ini yang mau kuburin covid," tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan terkait pemberian insentif bagi petugas pemakaman atau tukang gali kubur jenazah Covid-19 di TPU Padurenan.

"Ya itu nanti kan kita lihat kemungkinan itu, kalau persoalan insentif kan sudah kita usulkan, nanti kita lihat," kata Jumhana ketika dikonfirmasi pada Rabu (15/7/2020).

Ia menjelaskan untuk petugas pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Padurenan ada sebanyak 30 orang.

Adapun besaran insentif dalam usulan itu, Jumhana menyebut sesuai aturan yang berlaku.

Maka itu, pihaknya masih menunggu keputusan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) terkait usulan pemberian insentif ke tukang gali kubur Covid-19.

"Ya pastinya belum ya, tapi yang pasti sudah kita usulkan itu, dan usahakan ke semoga bisa disetujui," paparnya. (MAZ)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved