Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Miris, Pemkot Bekasi Belum Anggarkan Insentif Tukang Gali Kubur Jenazah Covid-19 di TPU Padurenan

Pemerintah Kota Bekasi belum menganggarkan insentif untuk penggali kubur jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Petugas pemakaman ataupun tukang gali kubur jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan Kota Bekasi. 

"Masa kita kaga, kita kan hitungan sama kayak petugas medis yang berhadapan langsung dengan pasien," beber dia.

Ia menceritakan pada awal pandemi dalam satu hari harus mempersiapkan 10 lubang.

Bahkan sangking banyak jenazah yang dikubur, tak sempat makan mapun bercengkrama dengan keluarga.

"Kalau sekarang si sudah mulai sedikit ya, paling sehari 2-3. Dulu pernah 10 sampai 15, bener-benar terkuras," ucapnya.

Ujang, seorang tukang gali kubur jenazah Covid-19 lainya menuturkan keinginan hal yang sama.

Keinginan mendapatkan insentif itu bukan karena tak ikhlas.

Akan tetapi, lebih ingin diperhatikan saja oleh pemerintah.

Apalagi pekerjaan ini bukan sembarangan, memiliki risiko yang cukup tinggi yakni terpapar Corona.

"Ya uang insentif itu biar ada rasa kita diperhatikan, ini pekerja risiko kan," ungkap dia.

Ujang mengaku ikhlas dan semangat menjalankan pekerjaan sebagai penggali lubur jenazah Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved