Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Miris, Pemkot Bekasi Belum Anggarkan Insentif Tukang Gali Kubur Jenazah Covid-19 di TPU Padurenan

Pemerintah Kota Bekasi belum menganggarkan insentif untuk penggali kubur jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Petugas pemakaman ataupun tukang gali kubur jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi belum menganggarkan insentif untuk penggali kubur jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan.

Insentif itu sangat diharapkan petugas pemakaman ataupun penggali kubur jenazah Covid-19. Sebab, mereka berjibaku dalam memakamkan Covid-19.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menuturkan pihaknya akan mengecek ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) terkait telah dianggarkan atau tidak insentif penggali kubur jenazah Covid-19 di TPU Padurenan tersebut.

"Nah nanti saya sempaikan ke BPKAD, harusnya disampaikan kepada kepala dinasnya.

"Tapi kan biasanya sudah ada insentifnya, nanti kita cek," kata Rahmat, di Bekasi, pada Rabu (15/7/2020).

Rahmat menuturkan seharusnya para penggali kubur itu mendapatkan insentif.

Meksipun, saat ini petugas gali kubur sudah tidak terlalu sibuk karena angka kematian Covid-19 menurun.

"Ya penggali kubur kan dari sejak 26 Mei, kan tidak ada angka kematian Covid-19.

"Yang tinggi memang pada sebelum-sebelumnya. Kenapa sekarang baru dipertanyakan, boleh saja kita tampung itu," beber dia.

Adapun besaran insentif, berdasarkan aturan tidak boleh lebih dari 100-150 ribu. Untuk angka pasti akan dikaji dan dibahas terlebih dahulu.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved