Breaking News:

Pembunuhan

Kondisi Psikologis Buruk, Terpidana Mati Aulia Kesuma dan Geovanni Sampaikan 8 Poin untuk Jokowi

Surat dikirimkan ke Presiden RI, Wapres, Ketua Komisi 3 DPR RI, Komnas HAM, Ketua Pengadilan Tinggi DKI, Ketua MA dan Menkumham, Jumat (19/6/2020).

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Mohamad Yusuf
istimewa
Kuasa hukum terpidana mati Aulia Kesuma dan anaknya Geovanni Kelvin, Firman Candra. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kondisi mental dan psikologis terpidana mati kasus pembunuhan berencana, Aulia Kesuma (46), dan anaknya Geovanni Kelvin (23), dikabarkan makin terpuruk.

Hal itu setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis mati keduanya, Senin (15/6/2020) lalu.

Mereka terbukti sebagai otak pembunuhan ayah dan anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung dan Muhammad Adi Pradana alias Dana.

Aulia diketahui sebagai istri muda Pupung.

 Viral Pesepeda Dilarang Masuk Kawasan PIK, Sebut harus Pakai Paspor, ini Penjelasan Wali Kota Jakut

"Kondisi Aulia dan Geovanni sangat terpuruk dari sisi psikologis dan mentalnya," kata Kuasa Hukum Aulia dan Geovanni, Firman Candra kepada Warta Kota, Rabu (15/7/2020).

Menurutnya, Aulia kini mendekam di Rutan Pondok Bambu dan Geovanni di LP Cipinang.

"Surat permohonan maaf tulis tangan bu Aulia sudah dikirimkan ke keluarga Almarhum," kata Firman.

Hal itu katanya sebagai bentuk penyesalan Aulia atas apa yang dilakukannya.

Sebelumnya kata Firman, pihaknya sudah mengirimkan surat resmi ke Presiden Joko Widodo dan beberapa lembaga negara.

Yaitu untuk meminta keadilan demi membebaskan kliennya dari jerat hukum pidana mati.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved