Breaking News:

Berita Jakarta

Kisah Keluarga Jaminkan KPJ, Siswa SMP di Jakarta Jadi Kuli Panggul di Pasar

Anak sulung Enur yang masih SMP ikut jadi kuli panggul bersama ayahnya. Kesulitan ekonomi buat Enur jaminkan kartu jakarta pintar (KJP).

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Orangtua murid yang menggadaikan KJP di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat korban Pandemi Covid-19 ditemui di rumahnya Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (15/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES - Orang tua pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) Enur tidak dapat menahan tangisnya saat menceritakan alasannya meminjam uang dengan menitipkan KJP sebagai jaminan.

Wanita 31 tahun itu menceritakan bagaimana Pandemi Covid-19 memporak porandakan keuangan keluarganya.

Suami Enur terkena PHK dampak Covid-19 sejak April 2020 lalu. Walhasil keluarga mereka tidak memiliki pemasukan sama sekali sejak Pandemi Covid-19 berlangsung.

"Sampai-sampai sekarang anak sulung saya yang masih SMP ikut jadi kuli panggul bersama ayahnya," ujar Enur sambil mengucurkan air mata saat ditemui di rumahnya di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (15/7/2020).

Pendapatan menjadi kuli panggul tidak pernah menentu. Perhari anak Enur dan suami Enur hanya mendapatkan upah rata-rata Rp 30 ribu.

Sedangkan terdapat empat anak yang harus dibiayai di keluarga tersebut.

Dua anak kembar masih berusia balita sehingga masih membutuhkan gizi yang cukup. Sementara satu anak lain masih berusia Sekolah Dasar (SD) dan SMP.

Hanya satu anak Enur yang duduk di bangku SD yang mendapatkan KJP dari pemerintah.

Semua tabungan ludes untuk biaya kebutuhan pokok anak-anak Enur dan keluarga. Seperti membeli lauk pauk, membayar kontrakan 3x4, dan membayar listrik.

Sampai tabungan keluarganya habis, akhirnya Enur memutuskan meminjam uang kepada kenalannya yang memiliki toko peralatan sekolah.

Halaman
123
Penulis: Rizki Amana
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved