Breaking News:

The Jak

Ini Saran Richard Achmad untuk Upaya Menghentikan Perseteruan The Jakmania-Viking

Richard sendiri pernah melakukan inisiatif mendamaikan kedua kelompol suporter tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Murtopo
Super Ball
Mantan Ketua Umum The Jakmania, Richard Achmad Suproyanto akan berbagi cerita dan pengalaman bersama Super Ball, pada Rabu (15/7/2020). 

"Saat itu saya coba komunikasi dengan temen-temen di Bandung dan Surabaya juga. Secara prinsip sepak bola itu hanya 90 menit, selebihnya kita bergandengan tangan," kata Richard Achmad saat live bersama TribunNetwork, Rabu (15/7/2020).

"Saya coba komunikasi dengan Heru Joko (Ketua Viking) dan Andi Peci (pentolan Bonek) dan teman-teman lainnya supaya ada tatanan baru di sepak bola Indonesia. Pertandingan itu 90 menit, tapi rivalitas itu memang perlu. Tapi ga perlu kalau kita gontok-gontokan ke luar lapangan," tambahnya.

Lebih Dekat dengan Richard Achmad, Eks Ketum Jakmania yang Kini Beralih Profesi Jadi Dosen

Richard mempunyai formula khusus agar pertikaian dikalangan suporter bisa cepat diselesaikan.

Menurutnya, yang menjadi kunci utama menuju jalan perdamaian harus dimulai terlebih dahulu dijajaran para petinggi pengurus masing-masing.

Kedua kelompok suporter harus menyatukan persepsi dan menghilangkan ego masing-masing yang dimiliki.

Live Bareng Super Ball, Richard Achmad Akan Berbagi Cerita Suka dan Duka Jadi Ketum Jakmania

"Kalau saya caranya begini, komunikasi dulu intens sama pimpinan pengurus, sama korwil. Bangun dulu komunikasi, itu penting sebelum merencanakan membangun sesuatu hal yang menjadi lebih besar. Kalau komunikasi jalan, pastinya semuanya juga jalan," ucap Richard.

Selain itu, suporter tuan rumah harus memberikan kesempatan kepada suporter tim tamu atau rival datang menyaksikan pertandingan secara langsung.

Sedikit demi sedikit, cara tersebut diyakini bisa ampuh dalam memutus rantai pertikaian antar suporter.

Bantu Fasilitasi Tes Covid-19, Bos Borneo FC Cemburu dengan Perhatian Ridwan Kamil ke Persib

"Di sepak bola itu simple, pertama kita harus terima suporter rival dan kasih kouta khusus. Jadi permulaannha begitu dan bisa sebaliknya. Kalau itu berjalan baik maka semuanya akan rapih," katanya.

Menurut Richard, cara tersebut terbukti ampuh dan sudah pernah dilaksanakan pada saat The Jakmania menyambut suporter PSIS Semarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved