Liga 1

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Khawatir Liga 1 Jadi Klaster Penyebaran Virus

Gugus Tugas masih mengkaji dan berdiskusi dengan berbagai pihak sebelum memberikan rekomendasi kepada PSSI dan PT LIB.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Merdi Iskandar
Warta Kota/Umar Widodo
Javlon Guseynov saat membela Borneo FC melawan Persija diawal Kompetisi Liga 1 2020 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, khawatir kompetisi sepak bola Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 jadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Hingga saat ini Gugus Tugas belum memberikan izin untuk memutar lagi kejuaraan itu.

Gugus Tugas masih mengkaji dan berdiskusi dengan berbagai pihak sebelum memberikan rekomendasi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang ingin melanjutkan lagi kompetisi musim ini, yang dihentikan sejak bulan Maret lalu akibat pandemi virus corona.

Sebelumnya PSSI sudah setuju untuk menggulirkan lagi kompetisi musim ini.

Kepastian itu dibarengi dengan diterbitkannya surat keputusan bernomor SKEP/053/VI/2020, tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaaan Luar Biasa Tahun 2020, tanggal 27 Juni 2020.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional), Doni Monardo
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional), Doni Monardo (Dok BNPB)

Sementara PT LIB, selaku operator kompetisi sepak bola profesional, sudah mengeluarkan surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020, tentang Penyampaian Tindak Lanjut Surat Keputusan PSSI SKEP/053/VI/2020.

Pada poin pertama surat PT LIB itu, disebutkan kompetisi Shopee Liga 1 2020 akan bergulir lagi pada tanggal 1 Oktober 2020 dan berakhir pada bulan Februari 2021.

Poin kedua dari surat itu, seluruh pertandingan dilaksanakan tanpa penonton.

Beberapa keputusan yang telah dibuat PSSI dan PT LIB tidak membuat Gugus Tugas langsung memberikan rekomendasi.

Ada kekhawatiran yang muncul andai kompetisi sepak bola di Indonesia tetap dilaksanakan.

Doni menjelaskan, sumber utama pemasukan tim-tim di Indonesia datangnya dari penonton.

Jika pertandingan dilaksanakan tanpa penonton, maka bisa membuat tim-tim akan kesulitan mendapatkan dana tambahan untuk membayar gaji seluruh personel tim.

Kekhawatiran lain yang muncul adalah para suporter akan nekat datang memberikan dukungan kepada tim jagoannya di stadion.

Hal tersebut akan berbahaya dan menurut Doni situasi tersebut bisa saja terjadi, karena fanatisme suporter sepak bola di Indonesia sangat luar biasa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved