Breaking News:

Virus Corona

Dampak Covid-19, Angka Kemiskinan di Indonesia Naik 9,78 Persen

Dikatakan Suhariyanto bahwa dampak dari meningkatnya persentase kemiskinan itu tak lain diakibatkan pandemi covid-19

Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah petugas damkar Jakarta Pusat tengah melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Cempaka Putih Jakarta Pusat menyusul 41 pedagang positif Covid-19. Senin (13/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, SAWAH BESAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78 persen.

Berdasarkan data itu mengalami kenaikan 0,56 persen dibandingkan pada September 2019.

"Jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang,  meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019," kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (15/7/2020).

Dikatakan Suhariyanto bahwa dampak dari meningkatnya persentase kemiskinan itu tak lain diakibatkan pandemi covid-19 dimana kebiasaan masyarakat beraktivitas diluar kini terjadi keterbatasan sehingga mempengaruhi pendapatan.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 15 Juli 2020: Tambah 1.522, Pasien Positif Tembus 80.094 Orang

Berdasarkan hasil survey yang di lakukan, 7 dari 10 orang pendapatannya, sementara masyarakat yang pendapatan tinggi juga mengalami penurunan, meskipun hanya 3 dari 10 responden.

Sedangkan Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan juga meningkat hingga 7,38 persen, dari 6,56 persen pada September 2020.

Dibanding September 2019, jumlah penduduk miskin Maret 2020 di daerah perkotaan naik sebanyak 1,3 juta orang dari 9,86 juta orang pada September 2019 menjadi 11,16 juta orang pada Maret 2020.

Jusuf Kalla Peringatkan Penderita Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 120.000 pada 17 Agustus 2020

Sementara itu, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan juga meningkat menjadi 12,82 persen pada Maret 2020 dibandingkan September 2019 sebesar 12,60 persen.

Penduduk miskin di daerah perdesaan naik sebanyak 333.900 orang dari 14,93 juta orang pada September 2019 menjadi 15,26 juta orang pada Maret 2020. (JOS).

Pertimbangkan Pandemi Covid-19, Intiland Development Tak Bagikan Dividen

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved