Perjuangkan Atlet, Legenda Persija Bambang Pamungkas Dukung Revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional

Bintang Persija Bambang Pamungkas mendukung revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional sebagai bentuk dukungan terhadap profesi atlet.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Max Agung Pribadi
istimewa
Bambang Pamungkas saat mengikuti rapat dengar pendapat di DPR. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bintang Persija Bambang Pamungkas mendukung revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional sebagai bentuk dukungan terhadap profesi atlet.

Legenda sepak bola Indonesia itu turut hadir dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) secara virtual bersama Komisi X DPR RI dan pakar olahraga serta atlet olahraga, pada Senin (13/7/2020) kemarin.

Rapat tersebut membahas urgensi perubahan RUU tentang SKN dan formulasi ideal kelembagaan Indonesia.

Pertama Kali dalam Sejarah, Komisi III DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat di Gedung KPK

Rapat tersebut diikuti oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, dosen Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Yogyakarta Joko Pekik, legenda bulu tangkis Susi Susanti, serta legenda sepak bola Bambang Pamungkas.

Dikutip dari laman Antara, pria yang kini menjabat manajer Persija Jakarta itu turut mendukung revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN).

Revisi UU SKN diyakini dapat memperbaiki nasib para atlet profesional yang ada di Indonesia.

Untuk Jaga Kebugaran Jennifer Lopez Olahraga dengan Sepeda Unik

“Hal-hal yang paling penting bagi atlet yang utama adalah status profesi. Di sini dalam Pasal 55 UU SKN memang sudah diatur dengan baik bahwa atlet profesional adalah atlet yang menjalankan kegiatan olahraga sebagai suatu profesi,” kata Bambang Pamungkas.

Namun kondisi di lapangan berbanding terbalik dengan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, status profesi atlet masih belum diakui secara penuh.

Bambang Pamungkas 40 Tahun: Kebahagiaan Terbesar adalah Punya Banyak Sahabat yang Peduli dan Tulus

Kondisi tersebut bisa mengakibatkan para atlet yang terlibat langsung di dunia olahraga hanya bersifat menyalurkan hobi dan tidak dianggap profesi.

Hal tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pria yang akrab disapa Bepe tersebut.

Menurutnya, jika suatu saat terjadi masalah antara atlet dengan klub atau federasinya masing-masing bisa menyulitkan dalam proses penyelesaian sengketanya.

PSSI Pastikan Kompetisi Berlanjut, Persija Jakarta Tetap Berambisi Kejar Juara Liga 1 2020

“Sehingga ketika terjadi konflik antara atlet dengan klub atau federasinya tidak bisa dibawa ke ranah (aturan) tenaga kerja,” ujarnya.

Untuk itu, pria yang pernah menimba ilmu di Diklat Salatiga itu sangat mendukung UU SKN perlu direvisi demi kebaikan para atlet sepak bola di Indonesia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved