Breaking News:

Kendaraan Listrik

Akhirnya, Kemenhub Keluarkan Aturan Uji Kendaraan Bermotor Listrik Buat Sertifikat SNI

Kementerian Perhubungan (Kemenhub), resmi merilis aturan terkait uji tipe kendaraan bermotor listrik.

Dok. AP II
Di Soekarno-Hatta saat ini sudah terdapat charging station atau tempat pengisian baterai mobil listrik yang digunakan oleh operator taksi Blue Bird. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub), resmi merilis aturan terkait uji tipe kendaraan bermotor listrik.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 44/2020 tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan bermotor dengan tenaga Penggerak Motor Lisrtik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyebutkan melalui peraturannya tersebut nantinya setiap kendaraan listrik harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Selain pengujian tipe, peraturan ini juga menyebutkan kendaraan bermotor listrik harus melakukan penambahan uji tipe fisik.

Mobil Listrik Nissan Ariya Meluncur 15 Juli 2020, Adopsi Teknologi Nissan GT-R

Mobil Listrik Honda e Nan Unik Ini Raih Penghargaan Desain Terbaik dari Red Dot Award

Dalam beleid peraturan ini, disebutkan penambahan pengujian tipe fisik Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) sebagaimana pada ayat 3 berupa pengujian terhadap, akumulator listrik seperti alat pengisian ulang energi listrik; perlindungan sentuh listrik; keselamatan fungsional dan emisi hidrogen.

Adapun selain itu, pengujian tipe fisik ini dilakukan terhadap kendaraan bermotor listrik yaitu sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus dan barang, serta kendaraan khusus.

Kemudian Kemenhub juga mengatur pengujian terhadap unju kerja akumulator listrik, yang dilakukan di luar unit pelaksanaan uji tipe oleh lembaga pengujian atau laboratorium uji dalam negeri yang terakreditasi komite Akreditasi Nasional.

Mobil listrik Toyota Prius PHEV Gazoo Racing saat dipamerkan di booth Toyota di GIIAS 2019.
Mobil listrik Toyota Prius PHEV Gazoo Racing saat dipamerkan di booth Toyota di GIIAS 2019. (KompasOtomotif)

Sementar untuk yang melakukan pengujian di laboratorium uji luar negeri, harus yang diakui oleh Asia Pacific Accreditation Cooperation atau International Laboratory Accreditation Cooperation atau organisasi akreditasi laboratorium internasional lainnya. 

Hasil pengujian berupa sertifikat atau hasil uji unjuk kerja akumulator yang dijadikan dasar persyaratan dalam penambahan pengujian tipe kendaraan bermotor listrik.

"Sertifikat ini dapat berupa sertifikat standar nasional indonesia," ucap Budi Karya dalam beleid tersebut yang dikutip Selasa (14/7/2020).

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved