Breaking News:

Ada Rencana Mengganti Koleksi yang Rusak, Pengelola Museum Bahari Jakarta Gandeng TNI AL

Sebagian Gedung A dan Gedung C Museum Bahari Jakarta yang sempat hangus terbakar bersama dengan koleksi di dalamnya, kini telah kembali seperti semula

Warta Kota/Janlik Putri
Museum Bahari tampak depan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengelola Museum Bahari Jakarta bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melakukan penggantian koleksi museum yang rusak akibat bakaran pada 16 Januari 2018.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya, mengatakan pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan TNI AL untuk mengganti koleksi yang mengalami kerusakan. "Kita mau kerja sama dengan TNI AL. Ini masih tahap pengumpulan data," ucap Berkah, Selasa (14/7/2020).

Koleksi yang bisa dibantu oleh jajaran TNI AL itu merupakan benda-benda yang berkaitan dengan kapal dan peralatannya. Nantinya koleksi-koleksi itu bisa ditempatkan di Gedung A dan Gedung C. "Ada alat navigasi, teropong, benda yang tidak terpakai oleh TNI AL, daripada jadi barang busuk ya kita minta dihibahkan saja," ujar Berkah.

VIDEO: Anak Belajar Lewat Daring, Nelayan di Muara Angke Keluhkan Biaya Internet

Kemenpora Lakukan MoU Dengan PP Perpani dan PB PASI, Menpora: Kita Lakukan Terbuka Agar Bisa Diawasi

Namun demikian, Berkah mengatakan belum bisa dipastikan kapan proses itu akan selesai. Satu hal yang pasti, proses tersebut sudah dimulai sejak awal tahun oleh pendahulunya. "Itu (selesainya) bisa ditanyakan ke TNI AL karena saat ini masih tahap pengumpulan bahannya. Jadi kan ada berbagai divisi kumpulkan benda-benda itu," ujar Berkah.

Sebagian Gedung A dan Gedung C Museum Bahari Jakarta yang sempat hangus terbakar bersama dengan koleksi di dalamnya, kini telah kembali seperti semula usai proses renovasi. Hanya saja kedua gedung yang telah selesai direnovasi sejak akhir tahun lalu belum dipakai sebagaimana mestinya. Bangunan itu saat ini masih tertutup bagi para pengunjung.

"Kebetulan belum ada serah terima dari pelaksana kemarin. Namun dalam waktu dekat serah terima ke Dinas (Kebudayaan DKI Jakarta)," kata Berkah. Pasalnya enam bulan pertama sejak rampungnya proses renovasi masih jadi kewajiban pelaksana proyek. Setelah itu baru bisa dimanfaatkan untuk dipakai kembali gedung-gedung tersebut.

"Jadi masih tanggung jawab mereka, belum diserahkan ke dinas. Dari dinas baru diserahkan ke kita untuk dimanfaatkan," sambung Berksh. 

Museum Bahari Jakarta, Penjaringan, Jakarta Utara merupakan museum yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 7 Juli 1977. Bangunan memakai peninggalan bangunan VOC dimana pada masa awal pembangunan berfungsi sebagai gudang menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi seperti rempah-rempah.

Belajar Melalui Sistem Daring, Orangtua Murid Beli Smartphone Hingga Pasang Wifi

Luna Maya Sangat Terkesan saat Mudik Ke Bali Karena Bisa Bernostalgia di Masa Lalu

Museum yang berada di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara itu memiliki berbagai koleksi yang berhubungan erat dengan dunia kebaharian khususnya di pesisir Jakarta. Namun belakangan museum tersebut sempat dilanda musibah kebakaran pada 16 Januari 2018. Ketika itu kobaran api menghanguskan bangunan beserta isi koleksi di dalamnya.

Sebagian Gedung A dan Gedung C Museum Bahari Jakarta pun hangus terbakar. Waktu pun berjalan dan kini kedua gedung tersebut kembali seperti semula setelah menjalani renovasi.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya mengatakan dua gedung yang terbakar kini telah rampung proses renovasi sejak akhir tahun lalu. "Kebetulan belum ada serah terima dari pelaksana kemarin. Namun dalam waktu dekat serah terima ke Dinas (Kebudayaan DKI Jakarta)," kata Berkah.

Pasalnya enam bulan pertama sejak rampungnya proses renovasi masih jadi kewajiban pelaksana proyek. Setelah itu baru bisa dimanfaatkan untuk dipakai kembali gedung-gedung tersebut. "Jadi masih tanggung jawab mereka, belum diserahkan ke dinas. Dari dinas baru diserahkan ke kita untuk dimanfaatkan," sambung Berkah.

Gubernur Ganjar Dorong Kawasan Industri Kendal Segera Beroperasi  

129.807 Peserta PBPU BPJS Kesehatan Pindah dari Kelas II ke Kelas III

Terlepas dari itu semua, Museum Bahari Jakarta layaknya tempat serupa yang belum banyak dikunjungi wisatawan karena adanya pandemi Covid-19 seiring PSBB transisi di DKI Jakarta. "Pas ada pandemi jauh berkurang, awalnya kisaran 30-80 orang per hari. Sekarang jauh di bawah itu," ungkapnya.

Apalagi ketika musim liburan sekolah, terkadang ada sekolah yang mengadakan rombongan study tour. Namun seiring pandemi Covid-19, semua itu ditiadakan sementara waktu.  "Sekarang memang nggak dilayani dulu. Jadi lebih banyak pengunjung bawa keluarga atau pribadi," sambungnya.

Pengunjung yang datang harus membeli tiket dengan harga terjangkau Rp 5.000 bagi orang dewasa. Hanya saja seiring ada pandemi, pengunjung dibatasi agar jaga jarak fisik. Setiap pengunjung yang datang terlebih dulu diperiksa suhu tubuhnya dengan termometer gun. Setelah itu wajib cuci tangan di tempat yang disediakan serta jaga jarak fisik sesuai tanda yang ada. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved