Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Protokol Kesehatan Covid-19 Belum Diterapkan Maksimal di Pasar Cempaka Putih Jakarta Pusat

Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Alsadik mengatakan protokol kesehatan Covid-19 belum diterapkan maksimal oleh pedagang di Pasar Cempaka Putih

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu (14/6/2020). Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pasar tradisional rentan menjadi tempat penularan Covid-19 salah satunya akibat sarana pencegahan yang dinilai belum memadai. Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat lebih dari 400 pedagang di 93 pasar terinfeksi virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, CEMPAKA PUTIH - Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Dicky Alsadik mengatakan, protokol kesehatan Covid-19 belum diterapkan dengan maksimal oleh para pedagang di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Kalau temuan teman-teman Puskesmas belum berjalan dengan baik ya. Karena masih banyak yang belum diberi pembatas plastik transparan antara pedagang dan pembeli saat bertransaksi untuk membuat jarak. Itu belum ada," kata Dicky, saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Dicky Alsadik mengatakan, tempat cuci tangan untuk pengunjung belum terlalu terlihat.

"Mungkin ada satu-dua pedagang sediakan 'hand sanitizer' tapi secara keseluruhan, belum," kata Dicky.

Selain itu, masih ditemukan juga penggunaan masker tidak dipatuhi oleh beberapa pedagang.

 Survei Terbaru: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil Calon Kuat Pilpres 2024

 Waspadai Aplikasi Pra-instal dalam Ponsel, Sebabkan File Berbahaya Tak Dapat Dihapus

"Penggunaan masker itu juga ada sekitar beberapa pedagang yang masih enggan pakai masker. Jadi memang belum ketat diikuti (para pedagang)," kata Dicky.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Pasar Cempaka Putih Eko Purwanto mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 sebagai langkah antisipasi.

"Protokol kesehatan sudah kami sosialiasikan. Mulai dari memberi imbauan lewat memasang spanduk. Hingga kami pengelola pasar juga sudah menyediakan fasilitasi cuci tangan," ujar Eko.

Kurang ketatnya para pedagang melakukan protokol kesehatan menjadi salah satu faktor sehingga ditemukan 41 pedagang positif Covid-19.

 AKHIRNYA Kadishub Jelaskan Soal Angkot Super Mewah Si Benteng yang Mangkrak di Tangerang

Adanya 41 kasus positif Covid-19 di Pasar Cempaka Putih menghasilkan penutupan pasar selama tiga hari untuk proses disinfeksi.

Seperti diketahui, pada Minggu (12/7), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan masyarakat Ibu Kota untuk tetap ketat menjalankan protokol kesehatan khususnya di transportasi publik serta pasar.

Hal itu mengingat, DKI Jakarta memiliki tingkat rata-rata kasus positif Covid-19 sudah mencapai 10,5 persen.

 Kutukan Para Pemain Serial Drama Musikal Glee, Bunuh Diri hingga Disebut Rasis

Pasar menjadi salah satu lokasi penemuan kasus positif Covid-19 cukup banyak, dengan tingkat kasus positif sebanyak 6,8 persen kasus dari total kasus di DKI Jakarta. (Antaranews)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved