Virus Corona

Pihak Istana Bilang Istilah New Normal Tak Dipahami Baik oleh Masyarakat karena Pakai Bahasa Asing

Penyebabnya, kata Brian, adalah ketidakpahaman saat ini merupakan periode prakondisi menuju kenormalan baru.

Editor: Yaspen Martinus
dok.istimewa via TribunJogja/https://turnto10.com/
Ilustrasi - New Normal 

"Ini harus kita kampanyekan, momentum sekarang kepada pemerintah dan tidak bosan menyampaikan kepada pemerintah untuk selalu mengedukasi, kampanye yang masif," ujarnya.

"Karena jujur, budaya baru itu, budaya yang sangat belum familiar bagi kita bahwa cuci tangan, bermasker, jaga jarak, menjadi soal karena kurang dipedulikan," bebernya.

Hasil Autopsi, Jenazah Karyawan Metro TV Diperkirakan Sudah 3 Hari Berada di Pinggir Tol JORR

Sebekumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo berharap pemerintah daerah menggencarkan pengertian istilah new normal kepada masyarakat.

"Pemberian pemahaman agar masyarakat tidak salah paham."

"Karena ada sebagian masyarakat menganggap new normal bisa kembali beraktivitas seperti sebelum kejadian pandemi Covid-19," papar Doni Monardo dalam rapat virtual dengan Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

 Presiden Tidak Bisa Intervensi Kasus Novel Baswedan, Kalau Tidak Puas Bisa Ajukan Banding

Doni Monardo menilai, peran kepala daerah sangat penting dalam memberikan pemahaman ke warganya, terkait berbagai hal istilah seperti new normal, social distancing, physical distancing, dan lainnya.

"Salah pemahaman tentu mengkhawatirkan, sehingga dibutuhkan cara dan tentunya setiap daerah memiliki cara yang berbeda."

"Misalnya menggunakan bahasa lokal agar masyarakat bisa memahaminya," ujar Doni Monardo.

 Sepekan PSBB Transisi, Angka Reproduksi Covid-19 PSBB Masih Stagnan di Level 0,99

Doni Monardo mengaku terkait imbauan menjaga jarak atau physical distancing memang sulit diterapkan di lapangan, dibanding meminta masyarakat menggunakan masker maupun cuci tangan.

"Kami mengedepankan preventif promotif, masyarakat diimbau menghindari kerumunan," ucap Doni Monardo. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved