Virus Corona

Pihak Istana Bilang Istilah New Normal Tak Dipahami Baik oleh Masyarakat karena Pakai Bahasa Asing

Penyebabnya, kata Brian, adalah ketidakpahaman saat ini merupakan periode prakondisi menuju kenormalan baru.

Editor: Yaspen Martinus
dok.istimewa via TribunJogja/https://turnto10.com/
Ilustrasi - New Normal 

"Kemudian orang berpikir ini akan seperti pada saat seperti pandemi belum terjadi."

AJI dan IJTI Tolak Undangan Konferensi Pers di Secapa TNI AD, Begini Respons Kadispenad

"Padahal, konidisinya tidak seperti itu. Kita harus menerima fakta bahwa virus ini masih ada di sekitar kita," imbuhnya.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, istilah new normal yang sering digunakan selama pandemi ini adalah diksi yang salah.

Yuri mengatakan, sebaiknya new normal diganti dengan kebiasaan baru.

Usut Dugaan Pembunuhan Yodi Prabowo, Polisi Bentuk Tim Khusus

"Diksi new normal dari awal diksi itu segera ubah."

"New normal itu diksi yang salah dan kita ganti dengan adaptasi kebiasaan baru," papar Yurianto dalam acara Peluncuran Buku 'Mengadang Corona: Advokasi Publik di Masa Pandemik" karya Saleh Daulay, Jumat (10/7/2020).

Hal itu mendapat respons positif dari anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo.

Sempat Dituduh Pakai Lobster Plastik karena Harga Murah, Pemilik Bakso Lobster Permata: Cicip Saja

Menurut Rahmad, istilah new normal selama ini dimaknai masyarakat sebagai situasi yang normal.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertajuk 'Covid-19 dan Ketidaknormalan Baru', Sabtu (11/7/2020).

"Kami selalu menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini masalah budaya baru yang tadi sudah dibenarkan."

Masuk Zona Merah Covid-19, Pemprov DKI Pindahkan Satu Lokasi Kawasan Khusus Sepeda

"Saya kira harus diapresiasi ketika new normal itu adalah diksi yang kurang tepat dan menimbulkan euforia di masyarakat seolah-olah begitu new normal itu."

"Begitu ada car free day itu semua berbondong-bondong keluar," ucapnya.

Karena itu, ia mendesak pemerintah lebih menggencarkan adaptasi kebudayaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Ada Luka Akibat Benda Tajam di Leher dan Dada Yodi Prabowo

Sebab menurutnya, kebiasaan menjaga jarak (physical distancing), mencuci tangan dan memakai masker menjadi suatu hal yang sulit dilakukan secara konsisten.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved