Breaking News:

Virus Corona

Pihak Istana Bilang Istilah New Normal Tak Dipahami Baik oleh Masyarakat karena Pakai Bahasa Asing

Penyebabnya, kata Brian, adalah ketidakpahaman saat ini merupakan periode prakondisi menuju kenormalan baru.

dok.istimewa via TribunJogja/https://turnto10.com/
Ilustrasi - New Normal 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sriprahastuti mengakui istilah new normal yang sering digaungkan saat pandemi Covid-19, tidak dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Brian mengatakan hal itu dikarenakan penggunaan diksi berbahasa asing atau memakai Bahasa Inggris.

Hal itu membuat masyarakat menganggap keadaan sudah bisa kembali seperti semula.

Anies Baswedan Akui Perluasan Kawasan Ancol Reklamasi, tapi Beda dari yang Dilakukan Ahok

"Pemahaman menggunakan 'new normal', karena ada unsur bahasa asingnya."

"Kemudian tidak mudah dipahami dan diterjemahkan sebagai adaptasi kebiasaan baru," kata Brian dalam diskusi Trijaya bertajuk 'Covid-19 dan Ketidaknormalan Baru', Sabtu (11/7/2020).

Saat ini, perkembangan kasus Covid-19 kian meninggi.

Ditemukan Pisau di TKP Penemuan Jenazah Yodi Prabowo, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Namun, setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, muncul istilah new normal yang diiringi pembukaan kembali berbagai kegiatan ekonomi dan sosial.

Namun, hal itu membuat tingkat kewaspadaan masyarakat atas penularan Covid-19 menurun.

Ditambah lagi pandemi Covid-19 belum berakhir.

Kepala LBM Eijkman Ungkap Covid-19 Bisa Bertahan di Udara Hingga 8 Jam, Rumah Sakit Paling Berisiko

Penyebabnya, kata Brian, adalah ketidakpahaman saat ini merupakan periode prakondisi menuju kenormalan baru.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved