New Normal

Mujiyono Sebut Kasus Virus Corona Meroket Kembali Akibat Warga Salah Persepsi New Normal

Lonjakan kasus harian virus corona atau Covid-19 mencapai 404 kasus pada Minggu (12/7/2020) karena masyarakat yang tidak disiplin.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas kesehatan sedang melakukan rapid tes kepada warga yang melanggar PSBB di kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Lonjakan kasus harian virus corona atau Covid-19 mencapai 404 kasus pada Minggu (12/7/2020)  karena masyarakat yang tidak disiplin.

Masyarakat cenderung salah mempersepsikan istilah new normal atau kenormalan baru saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Hal itu berdasarkan penilaian Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono.

“New normal itu kondisi kehati-hatian dalam masa pandemi, bukan berarti situasinya normal. Sekarang kasusnya naik, karena bablasnya masyarakat yang tidak disiplin dan anggapan new normal yang salah,” kata Mujiyono, Senin (13/7/2020).

Sebagian Besar Pedagang Cempaka Putih yang Positif Virus Corona Orang Tanpa Gejala

Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari Setelah 41 Pedagang Dinyatakan Positif Virus Corona

Mujiyono mengatakan, masyarakat harusnya tetap waspada terhadap penularan Covid-19.

Cara beraktivitas di luar rumah tetap memakai masker, hindari kerumunan, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Alasannya, hingga saat ini vaksin Covid-19 belum ditemukan dan Pemprov DKI Jakarta berada di posisi dilematis.

Jika PSBB kembali diterapkan, kata Mujiyono, keuangan daerah akan semakin terganggu apalagi kontraksi APBD 2020 saat ini mencapai 53 persen dari total anggaran Rp 87,9 triliun.

Sementara jika  menerapkan PSBB transisi dengan mengaktifkan kembali sektor ekonomi, tentu ada risiko terhadap penularan Covid-19.

"Tapi penularan Covid-19 sebetulnya bisa dicegah bila masyarakat disiplin, dan new normal diterapkan sebetulnya untuk pergerakan ekonomi,” katanya.

Bima Sebut Tempat Publik di Kota Bogor Belum Aman, 7 Orang Positif Corona di Terminal Baranangsiang

Update Virus Corona Jakarta, Anies: Kasus Hari Ini Tertinggi dan Positivity Rate Naik 2 Kali Lipat

Mujiyono membandingkan Jakarta dengan Singapura. 

Menurut dia, Singapura mampu bertahan menerapkan PSBB selama tiga bulan yang berdampak pada berhentinya sektor ekonomi dan sosial-budaya.

“Masyarakat Singapura punya tabungan dan negaranya juga memenuhi semua kebutuhan warganya,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan kasus harian Covid-19 pada Minggu (12/7/2020) berada di angka tertinggi mencapai 404 orang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved